
Kota Metro, sinarlampung.co – Warga RT 27 RW 10, Kelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat, terus bergerak memperbaiki jalan rusak di lingkungan mereka yang kerap berubah menjadi kubangan saat hujan turun.
Sebelumnya, warga telah memperbaiki Jalan Buway Unyi dan Buway Pernong dengan cara menimbun titik-titik jalan berlubang menggunakan sabes. Kini, perbaikan kembali dilakukan secara gotong royong di Jalan Buway Beliyuk.
Salah satu warga, Didik (58), saat ditemui di lokasi pada Jumat (24/4/2026), mengatakan perbaikan dilakukan secara mandiri oleh warga di bawah kepemimpinan Ketua RT Suwandi.
“Kami masyarakat RT 27 ini di bawah kepemimpinan Pak RT Suwandi terus memperbaiki jalan yang rusak di lingkungan kami dengan cara bergotong royong dan menggunakan dana swadaya masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh perbaikan, termasuk pembangunan gorong-gorong, dilakukan tanpa bantuan pemerintah.
“Sehingga kami bisa memperbaiki jalan dan membuat gorong-gorong sendiri, tidak menggunakan dana dari pemerintah sepeserpun. Ini murni swadaya masyarakat,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Sarnubi, warga yang juga mantan Ketua RT 27. Ia mengaku warga sudah berulang kali mengusulkan perbaikan jalan dan penanganan banjir melalui musrenbang, namun belum mendapat realisasi.
“Sebenarnya kami sebagai pamong sudah bosan mengusulkan jalan yang rusak ke pemerintah. Setiap musren pasti kami usulkan, namun kenyataannya tidak juga mendapatkan perbaikan hingga saat ini,” katanya.
Menurutnya, persoalan di wilayah tersebut bukan hanya jalan rusak, tetapi juga banjir yang kerap terjadi saat musim hujan, terutama di Jalan Beliyuk dan area belakang klinik.
“Bahkan bukan hanya jalan saja yang kami usulkan, termasuk masalah banjir di sini juga sudah kami usulkan, namun tetap saja tidak tersentuh. Setiap musim hujan turun, Jalan Beliyuk dan di belakang klinik ini pasti banjir,” lanjutnya.
Ia menambahkan, warga sebenarnya telah berupaya mengatasi banjir dengan membangun drainase dan penahan air, namun kapasitasnya belum mampu menampung debit air yang besar.
“Kami sebagai warga sudah berupaya membuat drainase serta penangkis untuk menghindari banjir, tetapi tetap saja banjir karena begitu besarnya debit air yang masuk sehingga tidak tertampung oleh drainase,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT 27, Suwandi, mengatakan pihaknya bersama warga terus berbenah memperbaiki infrastruktur lingkungan demi kenyamanan bersama.
“Kami bersama masyarakat terus berbenah untuk memperbaiki jalan, gorong-gorong serta drainase di tempat kami yang sudah rusak demi kenyamanan masyarakat yang melintasi jalan ini,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang antusias berpartisipasi dalam perbaikan tersebut.
“Dengan cara bergotong royong dan menggunakan dana swadaya masyarakat untuk membeli sabes, semen, pasir, dan split. Saya selaku RT juga berterima kasih kepada warga, karena semua antusias dan rela merogoh kantong masing-masing demi kebaikan jalan di lingkungan kami,” paparnya. (Tabrani)