
Lampung Tengah, sinarlampung.co – Suasana duka mendalam menyelimuti Dusun Tulung Melati, Kampung Kesumajaya, Kecamatan Bekri, Lampung Tengah. Isak tangis pecah saat rumah duka Rafli Liyan Saputra (17) dipadati pelayat yang menunggu kedatangan jenazah dari RS Demang Sepulau Raya, Senin 20 April 2026.
Rafli, seorang pelajar kelas 2 SMK Swasta, ditemukan tak bernyawa dalam kondisi mengenaskan di bawah gorong-gorong perkebunan sawit PTPN, Jalan Bekri–Wates, Minggu 19 April 2026 sekitar pukul 23.00 WIB.
Kecurigaan bermula saat Rafli dilaporkan tidak kunjung pulang ke rumah sejak Sabtu malam. Pihak keluarga dan rekan-rekan korban sempat melakukan pencarian ke berbagai lokasi. Titik terang muncul saat teman-teman korban menemukan sepeda motor milik Rafli terparkir tanpa pemilik di pinggir jalan dekat Simpang Sumberjo.
Setelah mengamankan motor tersebut, warga dan rekan sekolah korban melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan kendaraan. Pencarian berakhir tragis saat tubuh Rafli ditemukan telungkup dan mengambang di dalam gorong-gorong yang tertutup rerumputan.
“Saya dapat laporan sekitar jam 11 malam kalau ada mayat ditemukan,” ujar Kepala Kampung Kesumajaya, Sugiono, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Saat dievakuasi oleh petugas Polsek Gunung Sugih dan Tim Inafis Polres Lampung Tengah, korban masih mengenakan sweter hitam dan celana jeans. Namun, terdapat tanda-tanda kekerasan berupa luka pada bagian bibir dan bercak darah yang keluar dari mulut.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa sebelum ditemukan tewas, korban diduga sedang terlilit masalah utang-piutang sebesar Rp1,1 juta dengan seorang rekannya. Setiap kali ditagih, korban disebut selalu beralasan belum memiliki uang.
Penyelidikan Intensif: 20 Pelajar Diperiksa
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab pasti kematian korban. Namun, langkah serius diambil untuk mengusut tuntas kasus ini. Sebanyak 20 pelajar yang merupakan teman-teman korban dikabarkan tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Lampung Tengah.
Kepergian Rafli meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya, terutama sang kakek. Selama ini, Rafli diketahui tinggal bersama kakeknya di Kampung Kesumajaya, sementara kedua orang tuanya mengadu nasib bekerja di Tangerang.
Hingga Senin siang, jenazah masih berada di RS Demang Sepulau Raya untuk menjalani autopsi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Warga dan pihak sekolah berharap kepolisian segera mengungkap tabir di balik kematian remaja malang tersebut. (Red)