
Lampung Selatan, sinarlampung.co – Para petani di Desa Mekarsari, Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan, mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasokan pupuk bersubsidi. Keluhan ini muncul tepat di saat kebutuhan akan pupuk sangat mendesak, yaitu pada masa pemupukan padi pasca-tanam, tahap pertumbuhan yang dinilai krusial karena sangat menentukan kualitas dan kuantitas hasil panen nanti.
Dari sisi petani, ketersediaan pupuk dirasakan sangat minim. Salah satu warga dengan inisial TS mengaku telah berupaya memesan pupuk melalui ketua kelompok tani selama sepuluh hari terakhir, namun usahanya belum membuahkan hasil.
“Sudah sepuluh hari saya berusaha membeli pupuk ke ketua kelompok tani, tapi selalu saja belum ada. Jawabannya selalu disuruh menunggu besok sore, dan hal itu berulang terus sampai sekarang pupuk belum juga kami terima,” ungkap TS saat dikonfirmasi awak media.
Kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi melalui jalur resmi kelompok tani maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat membuat sebagian petani terpaksa mencari alternatif di jalur lain. Dampaknya, harga pupuk di pasar eceran mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Di lapangan, harga pupuk jenis Urea maupun Phonska kini rata-rata mencapai Rp100.000 per karung, angka yang dirasakan sangat memberatkan biaya produksi mereka.
“Di pasaran harga sudah mencapai 100 ribu rupiah. Harganya sama persis dengan harga yang diberlakukan di Gapoktan kami. Harapan kami, distribusi pupuk bersubsidi ini bisa dipermudah dan ketersediaannya ditambah jumlahnya. Kami khawatir jika terlambat memupuk, pertumbuhan padi akan terganggu dan hasil panen pun berkurang drastis,” tambahnya.
Di sisi lain, untuk melengkapi informasi dan mendapatkan penjelasan resmi, awak media telah berupaya mendatangi kediaman ketua kelompok tani selaku penyalur tingkat desa. Namun, hingga berita ini diturunkan, ketua kelompok tani tersebut tidak berada di tempat. Akibatnya, alasan pasti di balik keterlambatan pasokan, kesamaan harga dengan pasar, maupun kendala teknis yang dihadapi dalam penyaluran belum dapat diketahui dan dikonfirmasi secara langsung dari pihak pengurus.
Sampai saat ini, para petani masih menunggu kepastian ketersediaan stok pupuk. Mereka berharap pemerintah dan dinas terkait dapat segera memantau, menindaklanjuti, dan mengatasi hambatan distribusi ini agar tidak berdampak buruk pada produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di wilayah Desa Mekarsari. (Red)