
Kota Metro, sinarlampung.co – BPJS Kesehatan menghadirkan layanan BPJS Keliling di Desa Brabasan, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, pada Kamis (9/4/2026). Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mendekatkan pelayanan administrasi kepesertaan kepada masyarakat. Program ini menjadi salah satu strategi untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus memberikan kemudahan akses bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Masyarakat memanfaatkan layanan tersebut untuk berbagai keperluan, mulai dari pendaftaran peserta baru, perubahan data, pengecekan status kepesertaan, hingga penyampaian pengaduan. Selain layanan administratif, BPJS Kesehatan juga memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga kesehatan serta pemahaman mengenai hak dan kewajiban peserta JKN agar masyarakat dapat memanfaatkan program JKN secara optimal.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Metro, Bellza Rizki Ananta, menjelaskan bahwa BPJS Keliling dirancang sebagai solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu maupun akses untuk datang langsung ke kantor cabang. Menurutnya, kehadiran layanan di titik-titik strategis seperti balai desa diharapkan mampu menjangkau lebih banyak peserta.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan yang mudah dan cepat. BPJS Keliling hadir untuk menjawab kendala akses tersebut, sehingga peserta tidak perlu datang jauh ke kantor cabang,” ujar Bellza.
Ia juga menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari inovasi layanan untuk meningkatkan kepuasan peserta JKN. Selain BPJS Keliling, BPJS Kesehatan menyediakan berbagai kanal layanan lainnya, baik secara tatap muka seperti MPP, PIPP di FKTP dan FKRTL, maupun layanan digital seperti Pandawa, Mobile JKN, Call Center 165, Virtual Office Pelayanan Peserta (Viola), serta Anjungan Mandiri (AMAN) JKN.
Kepala Desa Bangun Mulyo, Abu ANwar, menyampaikan apresiasi atas kehadiran layanan tersebut. Ia menilai program BPJS Keliling sangat membantu masyarakat dalam mengurus administrasi kepesertaan tanpa harus bepergian jauh.
“Kami sangat terbantu dengan adanya layanan ini. Masyarakat bisa mengurus kebutuhan administrasi JKN dengan lebih mudah dan cepat,” ujar Anwar.
Salah satu peserta, Waluyo (52), yang berprofesi sebagai petani, juga merasakan manfaat layanan ini. Ia mengaku kesulitan meluangkan waktu untuk datang ke kantor BPJS Kesehatan karena kesibukannya di kebun setiap hari.
Waluyo turut berbagi pengalaman saat memanfaatkan layanan JKN untuk berobat. Ia menyebut pelayanan yang diterima berjalan baik dan profesional tanpa adanya biaya tambahan.
“Pelayanannya sangat baik dan tidak ada biaya tambahan. Prosesnya lancar, bahkan saat dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan, saya tetap mendapatkan pelayanan yang memuaskan,” ungkapnya.
Melalui program BPJS Keliling, BPJS Kesehatan berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjangkau lebih banyak masyarakat. Tidak hanya memberikan kemudahan administrasi, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan serta memanfaatkan layanan JKN secara maksimal. (*)