
PESAWARAN, sinarlampung.co – Peristiwa memilukan menimpa dua orang petani di Dusun Jengkolan, Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Keduanya tersambar petir saat dalam perjalanan pulang usai memanen padi, Senin 13 April 2026 sekitar pukul 17.15 WIB.
Insiden ini mengakibatkan Wiwik Widayati (52), warga Dusun 5, meninggal dunia. Sementara rekannya, Pratikno (55), warga Dusun 3, kini dalam kondisi kritis dan tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Pesawaran.
Kepala Desa (Kades) Bagelen, Merdi Parmanto, mengonfirmasi kebenaran peristiwa tragis tersebut. Ia menjelaskan bahwa saat kejadian, wilayah Kecamatan Gedong Tataan memang tengah diguyur hujan deras yang disertai petir kuat.
“Benar, kejadiannya sekitar pukul 17.15 WIB di area persawahan Dusun Bagelen 5. Saat itu cuaca sedang hujan lebat dan banyak petir,” ujar Merdi, Selasa 14 April 2026.
Kedua korban diketahui sedang berboncengan mengendarai sepeda motor untuk kembali ke rumah setelah beraktivitas di sawah. Nahas, di tengah perjalanan, petir menyambar mereka. Akibat sambaran tersebut, Wiwik Widayati tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sedangkan Pratikno yang mengalami luka serius langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pesawaran. “Ibu Wiwik meninggal dunia, sementara Pak Pratikno saat ini masih dirawat di RSUD Pesawaran,” tambah Merdi.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi warga, khususnya para petani, untuk lebih waspada dan segera mencari tempat perlindungan yang aman saat cuaca buruk melanda area terbuka seperti persawahan. (Red)