
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Bandar Lampung menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, Senin 13 April 2026. Aksi ini merupakan buntut dari tewasnya dua kader PMII akibat terseret arus di kawasan wisata Wira Garden.
Massa menyoroti lemahnya sistem pengamanan dan keselamatan di sejumlah objek wisata di Bandar Lampung. Ketua PC PMII Bandar Lampung, Topik Sanjaya, menegaskan bahwa pemerintah daerah selama ini terkesan abai dalam mengawasi operasional tempat wisata pasca-pemberian izin.
“Kami meminta Dinas Perizinan dan Dinas Pariwisata melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh tempat wisata, khususnya Taman Wira Garden, terkait aspek keamanan pengunjung,” tegas Topik dalam orasinya.
Sebelumnya, pada Sabtu 11 April 2026 malam, PMII juga telah menggelar aksi “1000 Lilin” di Tugu Adipura sebagai bentuk duka cita atas meninggalnya dua mahasiswi Universitas Lampung (Unila) yang merupakan kader Korps PMII Putri (Kopri).
Kawasan wisata Wira Garden sendiri diketahui dikelola oleh Rizaldi Andrian Rahmat, yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kota Bandar Lampung sekaligus putra dari mantan Sekdaprov Lampung, Rachmat Abdullah.
Aksi ini ditemui langsung oleh sejumlah pejabat terkait. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bandar Lampung, Febriana, menyatakan pihaknya akan mengevaluasi izin operasional Wira Garden.
“Kami akan meninjau kembali izin yang telah dikeluarkan dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan standar keselamatan terpenuhi,” ujar Febriana.
Senada dengan itu, Adiansyah selaku perwakilan Dinas Pariwisata berjanji akan memperketat pembinaan terhadap seluruh pengelola wisata di wilayah tersebut.
Di akhir aksi, pihak pengelola Wira Garden bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Kepala DPMPTSP menandatangani surat tuntutan mahasiswa sebagai komitmen untuk meningkatkan standar keselamatan pengunjung. Aksi ditutup secara tertib dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan. (Red)