
Tulang Bawang, sinarlampung.co – Pelaksanaan Seminar dan Workshop Great Teacher 2026 yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna (GSG) Menggala pada Kamis (12/3/2026), menuai keluhan dari para tenaga pendidik. Keluhan tersebut dipicu oleh kewajiban membayar biaya sertifikat sebesar Rp200.000, meskipun mayoritas peserta mengikuti acara secara daring.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat perbedaan teknis pelaksanaan selama dua hari kegiatan. Pada hari pertama, kehadiran fisik di lokasi hanya diperuntukkan bagi kepala sekolah, sementara guru wajib mengikuti melalui Zoom Meeting. Pada hari kedua, seluruh peserta diperintahkan mengikuti workshop secara virtual dari rumah masing-masing.
“Kami keberatan karena kegiatan diikuti via Zoom, tapi tetap dipungut Rp200.000 untuk sertifikat. Nilai tersebut cukup besar bagi kami, apalagi menjelang Idulfitri saat harga kebutuhan pokok naik,” ujar salah satu sumber guru yang enggan disebutkan namanya, Senin 16 Maret 2026.
Selain faktor ekonomi, para guru mengaku merasa tertekan secara struktural. Instruksi yang datang dari atasan membuat mereka tidak berani menolak kebijakan pungutan tersebut secara terbuka.
Isu ini mengundang perhatian publik lantaran berbanding terbalik dengan sambutan Bupati Tulang Bawang saat pembukaan acara. Dalam pidatonya, Bupati sempat menyinggung soal rendahnya tingkat kesejahteraan guru yang perlu menjadi perhatian. Namun, di lapangan, para guru justru harus mengeluarkan biaya mandiri untuk kegiatan pengembangan profesi.
Hingga berita ini diterbitkan, panitia penyelenggara maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai dasar penetapan tarif sertifikat tersebut. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak berwenang guna mendapatkan penjelasan mengenai alokasi dana yang terkumpul.
Sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, redaksi menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan menyediakan ruang bagi pihak terkait untuk memberikan hak jawab serta klarifikasi. (Red)