
BEKASI, sinarlampung.co – Teka-teki kematian Ermanto Usman (65), Ketua Paguyuban Pensiunan Jakarta International Container Terminal (JICT), akhirnya terungkap. Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil membekuk pelaku berinisial Sudirman alias Yuda di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (9/3/2026) malam.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, mengungkapkan bahwa korban tewas akibat serangan benda tumpul. “Hasil interogasi awal, pelaku memukul korban dengan linggis,” kata Iman, Selasa (10/3).
Setelah menghabisi nyawa Ermanto, pelaku membuang senjata tersebut tepat di depan rumah korban di Perumahan Prima Asri, Jatibening. Saat ini, Sudirman masih menjalani pemeriksaan intensif untuk menggali motif di balik aksi kejinya tersebut.
Peristiwa berdarah pada 2 Maret lalu itu pertama kali diketahui oleh anak korban sesaat sebelum waktu imsak. Merasa curiga karena orang tuanya tidak membangunkan sahur hingga pukul 04.00 WIB, sang anak turun ke lantai bawah dan mendapati rumah dalam kondisi gelap.
“Anak korban sempat mendengar suara ibunya, namun saat dihampiri, gagang pintu kamar sudah rusak dan tidak bisa dibuka,” jelas Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal.
Sang ibu (P) ditemukan dalam kondisi luka-luka dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Sosok Pelapor Korupsi
Kematian Ermanto Usman memicu spekulasi luas. Selain menjabat sebagai Ketua Paguyuban Pensiunan JICT, ia dikenal sebagai pengamat pelabuhan yang vokal.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, Ermanto gencar mengungkap dugaan korupsi terkait pengelolaan pelabuhan. Bahkan, ia diketahui telah membawa temuan dugaan praktik rasuah di perusahaan pelabuhan tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kaitan antara aktivitasnya sebagai whistleblower korupsi dengan serangan maut ini menjadi fokus utama penyelidikan, terutama setelah adanya laporan dari Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka mengenai munculnya sosok misterius yang mendatangi istri korban di rumah sakit. (Red)