
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung resmi memulai Gerakan Pesantren Kilat Ramadhan 1447 H bagi pelajar tingkat SMA dan SMK di seluruh wilayah Lampung. Launching kegiatan dipusatkan di SMAN 14 Bandar Lampung pada Selasa 10 Maret 2026.
Program yang berlangsung selama tiga hari (10-12 Maret 2026) ini melibatkan sebanyak 492 sekolah dengan tujuan utama memperkuat landasan moral dan karakter generasi muda di tengah tantangan zaman.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menegaskan bahwa agenda ini adalah gerakan kolektif untuk membangun karakter siswa, bukan sekadar menggugurkan kewajiban tahunan di bulan suci.
“Kami mendorong pesantren kilat ini menjadi gerakan bersama antara sekolah, siswa, dan keluarga. Momentum Ramadhan sangat tepat untuk menanamkan nilai spiritual, kedisiplinan, dan kebiasaan ibadah,” ujar Thomas Amirico.
Ada yang menarik dalam pelaksanaan tahun ini, di mana Disdikbud menerapkan sistem yang berbeda untuk memastikan efektivitas pembinaan:
| Kategori Siswa | Pola Kegiatan | Waktu Pelaksanaan |
| Siswa Putri | Kegiatan harian di sekolah | 07.30 – 14.00 WIB |
| Siswa Putra | Sistem menginap (Mabit) | Selama rangkaian kegiatan |
Materi yang diberikan meliputi tadarus Al-Qur’an, kajian keislaman tematik, pembinaan akhlak, hingga sesi motivasi kepemimpinan. Khusus untuk siswa putra, sistem mabit (menginap) diharapkan dapat memberikan pengalaman spiritual yang lebih mendalam dan melatih kemandirian.
Sinergi dengan Orang Tua
Thomas juga menekankan pentingnya peran orang tua di rumah. Disdikbud meminta orang tua untuk melanjutkan pengawasan ibadah yang telah dimulai di sekolah, agar nilai-nilai positif yang didapat siswa selama pesantren kilat dapat menjadi kebiasaan permanen di lingkungan keluarga.
Melalui gerakan serentak ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik (intelektual), tetapi juga memiliki akhlak yang religius sebagai fondasi masa depan daerah. (Red)