
LAMPUNG SELATAN, sinarlampung.co– Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pardasuka 2, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, menuai kritik pedas dari warga. Paket makanan yang seharusnya memenuhi standar nutrisi justru ditemukan berisi buah pisang mentah dan komposisi menu yang tidak lazim.
Sejumlah penerima manfaat mengungkapkan kekecewaan mereka saat menerima paket makanan pada Jumat 6 Maret 2026. Selain pisang yang belum layak konsumsi, keberadaan potongan nanas dalam paket tersebut juga dinilai tidak jelas peruntukannya dalam standar menu gizi seimbang.
”Pisangnya masih mentah, lalu ada nanas. Kami bingung ini sebenarnya standar menu apa. Tidak mencerminkan standar makanan bergizi yang dijanjikan,” ujar salah satu warga kepada awak media.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa masalah kualitas pangan di SPPG Pardasuka 2 ini diduga bukan kejadian pertama, melainkan sudah berulang kali dikeluhkan oleh masyarakat setempat.
Kepala SPPG Enggan Berikan Klarifikasi
Upaya awak media untuk mendapatkan penjelasan dari pihak pengelola menemui jalan buntu. Saat mendatangi lokasi SPPG Pardasuka 2, Kepala SPPG berinisial G tidak dapat ditemui dengan alasan sedang beristirahat. “Pak G sedang tidur,” ujar salah satu staf di lokasi.
Namun, sumber terpercaya menyebutkan bahwa yang bersangkutan diduga sengaja menghindari awak media dan enggan memberikan klarifikasi terkait polemik menu tersebut.
Menanggapi hal ini, lembaga perlindungan konsumen mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap dapur penyedia makanan di wilayah tersebut.
Mengingat Makan Bergizi Gratis merupakan Program Prioritas Nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, ketidaksiapan atau kelalaian pengelola di tingkat bawah dinilai dapat mencoreng citra dan tujuan utama program dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. (Red)