
Tulang Bawang, sinarlampung.co – Kasus penembakan yang menimpa karyawan Bank Lampung, Sepri (45), di Kampung Tunggal Warga, Kecamatan Banjar Agung, Tulang Bawang, mulai menunjukkan titik terang yang tak lazim. Berdasarkan hasil rekonstruksi, polisi menemukan sejumlah anomali yang membuat kesaksian korban dipertanyakan.
Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada Kamis 26 Februari 2026 dini hari sekitar pukul 00.00 WIB. Korban mengaku terbangun dari tidur karena suara letusan senjata api dan merasakan nyeri hebat akibat luka tembak di pergelangan kaki kanannya. Atas laporan tersebut, Polda Lampung dan Polres Tulang Bawang segera melakukan pendalaman.
Kapolsek Banjar Agung, AKP Irwansyah, mengungkapkan bahwa dalam reka ulang sebanyak 25 adegan yang digelar Jumat 27 Februari 2026, penyidik menemukan fakta lapangan yang tidak sejalan dengan kronologi versi korban.
“Penyidik kami agak kesulitan memastikan dari mana arah penembak, karena luka pada korban tidak bisa dipastikan arahnya,” ujar Irwansyah, Minggu 1 Maret 2026.
Beberapa kejanggalan mencolok yang ditemukan polisi antara lain, menemukan proyektil peluru berada 50 sentimeter jauh di bawah kasur. Namun, secara teknis posisi ini dianggap mustahil karena tidak ditemukan lubang bekas tembakan pada kelambu maupun sprei kasur.
Kemudian akses lubang angin (ventilasi) di kamar korban dinilai terlalu sempit untuk tangan manusia memegang senjata api, sehingga kecil kemungkinan tembakan berasal dari luar kamar. Dan tidak ditemukan adanya jejak kerusakan pada benda-benda di sekitar kasur yang biasanya terjadi jika peluru mengenai objek keras sebelum “menggelinding” ke bawah tempat tidur.
Mengingat banyaknya fakta yang tidak sinkron, polisi kini mulai mengalihkan fokus penyelidikan. Selain memeriksa saksi kunci dari pihak keluarga (istri, anak, dan keponakan), penyidik juga mendalami kemungkinan adanya motif internal atau keterlibatan orang dekat dalam insiden ini.
“Kami terus mendalami kasus ini dan mengumpulkan bukti tambahan. Posisi peluru yang ditemukan sangat mustahil untuk masuk ke bawah kasur dengan sendirinya tanpa merusak kain di atasnya,” tegas Irwansyah.
Saat ini, Sepri masih menjalani perawatan medis, sementara tim gabungan terus bekerja untuk mengungkap apakah peristiwa ini murni serangan orang tak dikenal (OTK) atau terdapat skenario lain di baliknya. (Red)