
BANDAR LAMPUNG, sinarlampung.co– Kepanikan melanda tamu Hotel Grand Anugerah Express di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Tanjungkarang Pusat, Sabtu 28 Februari 2026 pagi, ba’da subuh. Kebakaran yang bersumber dari area dapur memaksa para tamu dievakuasi, bahkan seorang tamu dilaporkan nekat melompat dari jendela lantai dua karena panik.
Api pertama kali muncul sekitar pukul 05.54 WIB. Berdasarkan keterangan staf dapur, insiden dipicu oleh aktivitas memanaskan minyak yang ditinggalkan terlalu lama hingga mengalami panas berlebih (overheat). Api kemudian menyambar minyak tersebut dan menjalar ke plafon serta peralatan masak.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bandar Lampung, Anthony Irawan, mengonfirmasi bahwa api dengan cepat membesar di area Bar & Kitchen.
Korban Luka dan Evakuasi Dramatis
Dua orang dilarikan ke RS Bumi Waras akibat insiden ini yaitu Dwi Andini Pramesti (22), tamu hotel yang melompat dari lantai dua karena panik. Ia mengalami luka robek di pelipis kanan serta terkilir pada kedua kakinya.
Kemudian Piantoko (39), petugas keamanan hotel yang mengalami sesak napas akut akibat menghirup asap tebal saat membantu proses evakuasi.
Pihak Damkarmat mengerahkan 5 unit mobil pemadam dan 4 tangki air dengan total 20 personel. Api berhasil dijinakkan total pada pukul 06.55 WIB. Meski kerugian materiel ditaksir hanya Rp5 juta, dampak psikologis dan cidera fisik menjadi kerugian utama dalam peristiwa ini.
Sistem Keselamatan Hotel Buruk
Aksi heroik petugas keamanan yang mengalami sesak napas menunjukkan dedikasi, dan harus mendapatkan apresiasi. Namun ini juga menjadi pengingat pentingnya penyediaan masker respirator darurat bagi staf hotel.
Belajar dari peristiwa kebakaran dapur hotel itu, beberapa poin yang patut menjadi perhatian manajemen hotel dan pihak berwenang.
Pertama Prosedur Keselamatan Dapur (K3): Kejadian ini murni akibat kelalaian operasional (human error). Memanaskan minyak tanpa pengawasan adalah pelanggaran standar prosedur dapur profesional.
Kedua Manajemen Kepanikan: Fakta bahwa ada tamu yang melompat dari lantai dua mengindikasikan bahwa jalur evakuasi atau sistem peringatan dini (alarm) mungkin tidak tersampaikan dengan tenang kepada tamu, atau tamu tidak teredukasi mengenai jalur keluar darurat.
Ketiga Sistem Proteksi Api: Perlu diperiksa apakah area dapur dilengkapi dengan Automatic Fire Suppression System (sistem pemadam otomatis untuk lemak/minyak) atau Heat Detector yang berfungsi baik. Jika berfungsi, api seharusnya bisa dilokalisir sebelum menjalar ke plafon. (red)