
Banten, sinarlampung.co – Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten bergerak cepat mengevakuasi korban kebakaran kapal KM Inti Marina 7 di perairan Selat Sunda, Kamis (19/2/2026).
Peristiwa itu pertama kali terpantau melalui kamera pengawas Sea and Security Data System (SDS) Lanal Banten sekitar pukul 08.45 WIB. Petugas jaga komando dan pengendalian (kodal) melihat kepulan asap tebal dari sebuah kapal yang melintas di monitor pengawas.
Laporan tersebut segera diteruskan kepada Perwira Seksi Operasi (Paspops) dan Komandan Lanal Banten. Unsur patroli langsung dikerahkan menuju lokasi untuk melaksanakan evakuasi.
Berdasarkan data yang dihimpun, kapal yang terbakar adalah KM Inti Marina 7 berbobot 114 GT. Kapal itu bertolak dari Muara Baru, Jakarta, dan direncanakan menuju perairan Panaitan dengan membawa 31 anak buah kapal (ABK) yang sebagian besar berasal dari Pekalongan dan Sukabumi, Jawa Barat.
Nakhoda kapal, Mukriyanto (53), warga Pekalongan, menjelaskan api pertama kali muncul dan sempat diupayakan dipadamkan oleh para ABK menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
“Api semakin membesar karena berdekatan dengan tangki BBM sehingga tidak dapat dikendalikan,” ujarnya.
Melihat kondisi tak terkendali, nakhoda memerintahkan seluruh ABK untuk melakukan evakuasi mandiri dengan melompat ke laut. Dalam peristiwa tersebut, hanya dokumen kapal yang berhasil diselamatkan, sementara barang pribadi dan perlengkapan lainnya hangus terbakar.
Sebuah kapal ikan yang melintas sempat dimintai bantuan untuk proses penyelamatan awal. Tak lama kemudian, unsur Rigid Buoy Boat (RBB) Pulau Deli milik Lanal Banten tiba di lokasi dan mengevakuasi para korban ke Dermaga Lanal Banten.
Dari 31 ABK, sebanyak 28 orang dinyatakan selamat, satu orang meninggal dunia, dan dua lainnya masih dalam pencarian.
Korban selamat dibawa ke Balai Pengobatan (BP) Lanal Banten untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara korban meninggal dunia dievakuasi ke RS Panggung Rawi. Penanganan lebih lanjut terhadap para ABK diserahkan kepada Ditpolairud Polda Banten, sedangkan pencarian terhadap dua korban hilang masih terus dilakukan. (Suryadi)