
Pesisir Barat, sinarlampung.co – Warga Pekon Walur, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, digegerkan dengan penemuan dua jenazah pria tanpa identitas di sepanjang garis pantai setempat pada Minggu 1 Februari 2026 sore. Kedua jasad tersebut ditemukan dalam waktu hampir bersamaan di lokasi yang berdekatan.
Penemuan pertama dilaporkan terjadi di Pantai Lantera sekitar pukul 15.30 WIB. Saksi mata bernama Edi, yang saat itu sedang memancing bersama Indri, mengaku sempat mengira jasad tersebut adalah bangkai hewan.
“Saksi melihat benda mengambang, awalnya dikira bangkai sapi. Setelah didekati, ternyata jenazah manusia,” ujar Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, melalui Ps. Kasi Humas Ipda Ahiruddin Putra.
Tak berselang lama, sekitar pukul 17.05 WIB, warga kembali menemukan jenazah kedua yang terdampar di bibir pantai, tidak jauh dari titik pertama. Yusirwan, salah satu Pemangku Pekon Walur, mengonfirmasi bahwa penemuan kedua terjadi saat warga masih berkerumun mengevakuasi jasad pertama.
Satu Jenazah Tanpa Kepala
Kondisi kedua jenazah dilaporkan mengalami kerusakan fisik yang cukup parah. Jasad pertama yang ditemukan di Pantai Lantera dilaporkan dalam kondisi tanpa kepala dan kaki. Sementara itu, jasad kedua ditemukan dalam keadaan tubuh yang mulai membengkak (lebam mayat).
Pihak kepolisian tengah mendalami kemungkinan keterkaitan kedua jenazah ini dengan musibah banjir bandang di Way Halami, Kecamatan Lemong, yang terjadi pada Jumat 30 Januari 2026.
Sebagaimana diketahui, dalam insiden banjir dua hari lalu tersebut, dua warga Pekon Rata Agung bernama Nando (29) dan Sukirman (50) dilaporkan hilang terseret arus sungai yang bermuara ke laut.
Saat ini, personel Satpolairud bersama anggota Polres Pesisir Barat telah mengevakuasi kedua jenazah ke fasilitas kesehatan setempat untuk dilakukan visum dan identifikasi medis.
“Petugas sudah membawa jenazah ke faskes untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian dan mencocokkan identitas korban,” tutup Ipda Ahiruddin.
Polres Pesisir Barat mengimbau bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian atau tenaga medis di Pesisir Barat. (Andi)