
LAMPUNG UTARA, sinarlampung.co –Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Lampung Utara mengakibatkan Bangunan Gorong-gorong BBA.4b pada Saluran Primer Way Bumi Agung, Desa Sri Jaya, Kecamatan Sungkai Jaya, tertimbun lumpur dan sampah. Meski sempat terjadi gerusan pada tanggul, tim teknis memastikan integritas bangunan utama tetap terjaga.

Penyumbatan pada struktur inlet gorong-gorong memicu luapan air yang menggerus sisi kiri tanggul sepanjang 10 meter. Menanggapi kondisi tersebut, tim gabungan dari BBWS Mesuji Sekampung dan kontraktor pelaksana, PT Bajasa Manunggal Sejati, langsung melakukan penanganan darurat di lokasi.
Penjelasan Tim BBWS Mesuji Sekampung
Perwakilan tim inspeksi dari unsur pemerintah (PU), Dwi Hartanto dan Sabilillah, menjelaskan bahwa gerusan tersebut merupakan dampak dari cuaca ekstrem yang membawa material sedimen dalam jumlah besar.
“Hasil inspeksi kami menunjukkan bahwa degradasi tanggul murni disebabkan oleh faktor hidrometeorologi. Curah hujan yang persisten mengakibatkan clogging atau penyumbatan pada saringan masuk karena akumulasi sampah dan tanah merah,” ujar Dwi Hartanto di lokasi inspeksi.
Senada dengan hal tersebut, Sabilillah menambahkan bahwa meskipun terdapat gerusan pada lereng tanggul, stabilitas bangunan gorong-gorong tidak terganggu. “Kondisi scouring atau gerusan ini bersifat lokal di area kaki tanggul. Kami pastikan tidak berdampak pada kekuatan struktur utama, sehingga aliran air irigasi untuk petani masih aman,” tegasnya.
Langkah Penanganan oleh Kontraktor
Mengingat proyek masih dalam masa perawatan, PT Bajasa Manunggal Sejati langsung menerjunkan tim untuk melakukan normalisasi. Eko Wijianto, perwakilan kontraktor, menyatakan pihaknya bertanggung jawab penuh untuk mengembalikan fungsi saluran.
“Kami sudah di lokasi sejak laporan diterima. Fokus utama kami adalah menggali tumpukan lumpur yang menyumbat gorong-gorong. Bahkan ada bagian tanggul yang kami bongkar ulang untuk memastikan pembersihan sedimen benar-benar tuntas hingga ke dalam,” jelas Eko Wijianto.
Sementara itu, Miftah Hudin yang juga dari pihak kontraktor menekankan pentingnya koordinasi dengan masyarakat sekitar. “Selain normalisasi, kami juga sedang menelusuri sumber tumpukan sampah yang masuk ke saluran agar masalah penyumbatan ini tidak berulang. Kami berkomitmen menjaga optimalisasi layanan irigasi bagi masyarakat Desa Sri Jaya selama masa perawatan ini,” pungkasnya.
Komitmen Pelayanan Irigasi
Hingga berita ini diturunkan, tim di lapangan masih terus melakukan perbaikan stabilitas lereng tanggul yang tergerus. Upaya ini dilakukan guna memastikan kontinuitas distribusi air irigasi untuk lahan pertanian di Daerah Irigasi (DI) Way Bumi Agung tetap lancar dan mendukung produktivitas petani setempat. (Red)