
Tulang Bawang, sinarlampung.co-Jalan kabupaten yang berada di ujung gunung ilir akses masuk BLOk D Kecamatan Menggala , Kabupaten Tulang bawang, kini bak kubangan maut. Bukan sekadar bergelombang, tetapi menganga dalam dengan lubang-lubang berlumpur dipenuhi genangan air, tanah bercampur kerikil tajam, hingga menyerupai sungai lumpur setiap kali hujan turun. Kondisi ini bukan terjadi hitungan hari, tetapi bertahun-tahun lamanya, sementara aparatur negara seakan membiarkan penderitaan masyarakat tanpa solusi.
Ironis dan memilukan—di era modern seperti ini, ketika pemerintah gencar memamerkan pembangunan infrastruktur di berbagai media, justru warga kampung ujung gunung ilir hidup dalam jurang keterbelakangan. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi ekonomi dan akses pendidikan berubah menjadi mimpi buruk bagi warga.
“Kami seperti bukan bagian dari Indonesia. Jalan ini sudah rusak 9 tahun, tapi tidak pernah diperbaiki. Pemerintah kemana? Apakah kami harus ada korban jiwa dulu baru diperhatikan?” keluh salah satu warga dengan nada geram.
Warga menilai pemerintah Kabupaten Tulang bawang, Dinas PUPR, hingga pihak DPRD diduga seakan menutup mata dan telinga. Tidak ada transparansi anggaran, tidak ada perencanaan yang jelas, dan tidak ada tindakan nyata.
Di tengah anggaran infrastruktur yang digadang-gadang mencapai miliar an rupiah, warga bertanya: ke mana semua dana itu mengalir? Apakah kampung ujung gunung ilir tidak ada dalam peta pembangunan? Ataukah hanya menjadi korban janji manis politik jelang pemilu?. “Jangan hanya datang saat kampanye membawa janji-janji manis. Buktikan kalau kalian punya hati untuk rakyat,” tegas warga lainnya.
Tulang bawang kabupaten yang terkenal indah dan terkenal wisata candi nya ,Namun kini harus menanggung predikat memalukan sebagai wilayah dengan infrastruktur terburuk . Jika jalan sekelas akses kabupaten saja tak mampu diperbaiki, bagaimana mungkin masyarakat percaya akan janji kesejahteraan?
“Kami sebagai Masyarakat yang sering melintasi jalan tersebut menuntut Pemkab Tulang bawang dan Dinas PUPR segera turun ke lapangan. Publikasi transparansi anggaran perbaikan infrastruktur dan Penanganan cepat sebelum jatuh korban jiwa,” katanya.
“Jika pemerintah kembali bertopeng pura-pura tidak tau, maka jeritan masyarakat kampung ujung gunung ilir akan menjadi tamparan paling keras bagi wajah pemerintahan Tulang bawang. Bukankah tugas negara adalah hadir saat rakyat menderita, bukan hanya ketika sedang membutuhkan suara mereka,” tambahnya.
Informasi lain menyebutkan warga telah berulang kali mengeluhkan masalah ini dan berharap Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang segera memberikan perhatian serius serta memperbaiki jalan tersebut demi keselamatan dan kesejahteraan mereka.
Pada November 2025, dilaporkan bahwa kondisi jalan tersebut telah rusak selama delapan tahun tanpa ada perhatian yang berarti dari pemerintah daerah. Hingga saat ini, belum ada informasi spesifik mengenai dimulainya atau selesainya perbaikan jalan di Ujung Gunung Ilir yang dapat ditemukan dalam sumber-sumber yang tersedia, menunjukkan bahwa perjuangan warga untuk mendapatkan akses jalan yang layak masih berlanjut.
Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Tulang Bawang, termasuk legislatif Tulang Bawang. (Red)