
Pesawaran, sinarlampung.co – Program budidaya ikan yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tanjung Rejo, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, menjadi sorotan warga. Pasalnya, dana sebesar Rp90 juta yang telah dicairkan belum menunjukkan hasil nyata di lapangan.
Sejumlah warga menilai minimnya informasi terkait perkembangan usaha tersebut menimbulkan tanda tanya. Hingga kini, masyarakat mengaku belum mengetahui secara jelas pengelolaan dan capaian program budidaya ikan yang digadang-gadang mampu menggerakkan ekonomi desa.
“Dana yang digunakan cukup besar, namun kami sebagai warga belum mengetahui secara jelas bagaimana perkembangan usaha budidaya tersebut. Tidak ada laporan terbuka kepada masyarakat,” ujar warga berinisial RS, Selasa, 6 Januari 2026.
Warga berharap pengurus BUMDes dan pemerintah desa bersikap terbuka. Transparansi dinilai penting, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran.
Program budidaya ikan tersebut sebelumnya diproyeksikan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dan peningkatan pendapatan desa. Namun, belum terlihatnya manfaat membuat warga meminta adanya evaluasi menyeluruh.
“Kami tidak menolak program desa, justru kami mendukung. Tapi harus jelas dan terbuka agar masyarakat tahu dan ikut mengawasi,” tambah warga lainnya.
Warga juga menyinggung sejumlah BUMDes di Kecamatan Way Khilau yang bergerak di bidang perikanan. Menurut mereka, sebagian besar usaha serupa tidak membuahkan hasil dan justru berakhir pada kerugian. “Ikan habis, modal hilang,” keluh warga.
Sementara itu, pengurus BUMDes Tanjung Rejo, Irfan, menjelaskan bahwa anggaran Rp90 juta telah ditransfer utuh ke rekening BUMDes tanpa potongan. Dana tersebut digunakan untuk usaha ketahanan pangan di bidang perikanan.
“Terkait anggaran Rp 90 juta yang di transfer ke rekening bumdes itu saya minta penuh, artinya tidak di kurangi sepeserpun, jadi kami menjalankan usaha di bidang perikanan kami belanja bibit ikan Nila berjumlah 20. 000 ekor untuk 1000 ekornya Membutuhkan 12 karung 30 ribu harga pakan perkarungnya,” jelas Irfan.
Ia menambahkan, bibit ikan nila dibeli dari wilayah Kalirejo, Lampung Tengah, dengan harga Rp1.500 per ekor. “Adapun untuk bibit ikan nila Harga satuannya Itu kami beli dengan harga Rp 1500 ,yang di beli dari wilayah Lampung Tengah Kalirejo,” ujarnya.
Irfan meyakini usaha budidaya ikan tersebut akan membuahkan hasil maksimal. Ia bahkan menyatakan telah menyampaikan keyakinannya itu kepada kepala desa. “Saya sudah sampaikan ke kepala desa ,akan memulangkan mobil ambulance desa lebih dulu daripada kepala desanya,” tegas Irfan. (*)