
Lampung Selatan, sinarlampung.co-Perjalanan pulang rombongan wisatawan asal Palembang usai berlibur di Pantai Rio by The Beach berubah menjadi mimpi buruk. Bus pariwisata KL Trans berwarna hitam yang mereka tumpangi terperosok dan terjebak di jalanan tanah liat kawasan Sidomulyo, Lampung Selatan, Kamis 1 Januari 2026.
Insiden ini membuat puluhan penumpang, yang didominasi mahasiswa, terlantar di lokasi yang sepi dan gelap (seperti hutan) selama berjam-jam.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, mengungkapkan bahwa bus tersebut sebenarnya sudah terjebak sejak pukul 18.00 WIB. Namun, laporan baru masuk ke pihaknya sekitar pukul 23.00 WIB.
“Ada bapak-bapak menghubungi saya dengan nada memohon dan panik. Dia bilang, ‘Pak tolong kami, kami terjebak di hutan, tidak tahu daerah ini. Mobil amblas tidak bisa naik. Anak-anak mahasiswa sudah kelaparan, ada ibu hamil juga’,” ujar Rully menirukan laporan warga tersebut.
Mendapat laporan darurat, Damkarmat Lamsel langsung menerjunkan 7 personel dan 3 unit mobil operasional ke lokasi. Prioritas utama petugas saat tiba adalah kondisi fisik dan psikologis penumpang.
“Saat kami tiba sekitar pukul 23.00 WIB lebih, ternyata mereka belum makan sejak sore. Kami langsung bagikan makanan (logistik) dan menenangkan penumpang agar tidak panik, terutama ibu hamil yang ada di dalam bus,” jelas Rully.
Evakuasi Hingga Subuh
Mengingat medan yang berat berupa tanah liat licin, Damkarmat berkoordinasi dengan pihak pengelola Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter). PT HK kemudian mengirimkan satu unit mobil derek heavy duty untuk membantu menarik bus.
Proses evakuasi berlangsung cukup alot dan baru berhasil pada Jumat (2/1/2026) dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB. “Alhamdulillah, setelah ditarik mobil derek, bus berhasil keluar. Kami kemudian mengawal bus tersebut hingga masuk ke Gerbang Tol Sidomulyo untuk memastikan mereka aman melanjutkan perjalanan pulang,” Ujar Rully. (Red)