
BANDAR LAMPUNG, sinarlampung.co-Insiden mencekam di area parkir Hotel Holiday Inn, Bukit Randu, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Selasa 23 Desember 2025. Dua pohon randu berukuran besar tumbang dan menimpa dua unit mobil yang tengah mengantre untuk keluar dari area hotel pada pukul 10.10 WIB.
Informasi dilokasi kejadian menyebutkan dua kendaraan yang menjadi korban adalah Mitsubishi Xpander dengan nomor polisi B-2700-UTE dan satu unit Honda BR-V. Pohon yang tumbang dilaporkan memiliki diameter mencapai sekitar 5 meter, sehingga mengakibatkan kerusakan parah pada bagian atap mobil dan sempat membuat pengemudinya terjepit di dalam kabin.
Camat Tanjungkarang Timur, Deddy, menjelaskan bahwa insiden terjadi sangat cepat. “Kejadiannya begitu cepat akibat cuaca ekstrem sejak semalam. Angin kencang menyebabkan pohon besar di area parkir tumbang dan langsung menimpa dua mobil tersebut,” ujarnya di lokasi kejadian.
Sebanyak 80 personel gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Bandar Lampung, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), TNI, Polri, hingga Satpol PP dikerahkan untuk melakukan evakuasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar Saputra, menyatakan bahwa tim fokus pada penyelamatan pengemudi yang sempat terjebak di dalam kendaraan. Beruntung, kedua pengemudi dilaporkan selamat dan langsung mendapatkan penanganan medis awal dari tim paramedis RSUD Abdul Moeloek yang tiba di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD dan Damkar masih melakukan pemotongan batang pohon raksasa tersebut menggunakan gergaji mesin untuk membersihkan jalur parkir dan mengevakuasi bangkai kendaraan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada saat memarkirkan kendaraan di bawah pohon besar atau baliho, mengingat prakiraan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Bandar Lampung dalam beberapa hari ke depan.
Musibah Cuaca atau Dampak Alih Fungsi Lahan Bukit Randu?
Insiden tumbangnya dua pohon randu raksasa yang menimpa mobil tamu di Hotel Holiday Inn Bukit Randu, Selasa 23 Desember 2025, memicu sorotan publik. Kejadian yang menyebabkan dua pengemudi terjepit ini diduga bukan sekadar faktor cuaca ekstrem, melainkan juga dipicu oleh kondisi kawasan bukit yang kian sesak oleh bangunan beton.
Kawasan Bukit Randu, yang kini telah berubah total menjadi kompleks hotel internasional, dinilai telah kehilangan daya dukung lingkungannya. Masifnya pembangunan gedung-gedung di area puncak bukit ditengarai memperlemah stabilitas tanah dan ruang bagi akar pohon-pohon tua untuk mencengkeram bumi.
“Angin memang kencang sejak semalam, tapi pohon sebesar ini seharusnya punya akar yang kuat jika tanah di sekitarnya tidak tertutup beton,” ujar salah satu warga di lokasi.
Camat Tanjungkarang Timur, Deddy, mengakui bahwa cuaca ekstrem menjadi pemicu utama. Namun, tumbangnya pohon randu yang menjadi ikon kawasan tersebut menunjukkan adanya kerentanan lingkungan di area yang kini padat bangunan tersebut.
Insiden ini menjadi alarm bagi pemerintah kota dan pengelola hotel. Transformasi Bukit Randu dari ruang terbuka hijau/wisata kuliner menjadi kawasan hotel mewah harus dibarengi dengan audit berkala terhadap pohon-pohon besar yang tersisa.
Kondisi bukit yang kian tertutup bangunan dikhawatirkan tidak hanya mengancam keselamatan tamu dari pohon tumbang, tetapi juga potensi longsor jika resapan air terus berkurang. (Red)