
Pringsewu, sinarlampung.co – Jaksa Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, Yuqaiyum Hasib, menyempatkan diri mengunjungi SD Negeri 1 Pringsewu, Selasa, 16 Desember 2025. Kunjungan tersebut menjadi momen silaturahmi sekaligus napak tilas ke sekolah tempat ia menghabiskan masa kecilnya.
Didampingi Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas, Yuqaiyum Hasib disambut hangat oleh jajaran guru dan keluarga besar UPT SD Negeri 1 Pringsewu. Turut hadir dalam kunjungan itu Asisten Pemerintahan dan Kesra Ihsan Hendrawan serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu Supriyanto.
Yuqaiyum Hasib tiba sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung berkeliling melihat kondisi sekolah. Ia juga menyempatkan diri menelusuri deretan foto para kepala sekolah yang pernah menjabat, hingga membuka buku induk sekolah yang memuat nama-nama siswa dari berbagai angkatan. Pada buku induk yang telah tampak usang itu, tercatat jelas nama Yuqaiyum Hasib sebagai siswa SD Negeri 1 Pringsewu pada periode 1973 hingga 1977.
Dalam suasana penuh keakraban, Yuqaiyum mengenang masa kecilnya di Pringsewu. Ia bercerita tentang ayahnya yang pernah bertugas di Cabang Kejaksaan Negeri Pringsewu, serta mengingat kembali nama-nama guru dan teman-teman sekolahnya. Bahkan, ia masih mengingat pengalaman sederhana namun membekas, termasuk saat pernah mendapat hukuman dari guru karena datang terlambat ke sekolah.
Pengalaman-pengalaman itu, menurutnya, menjadi pelajaran penting tentang kedisiplinan dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut kemudian ia pegang hingga menapaki karier di institusi Kejaksaan, hingga kini dipercaya mengemban amanah sebagai pejabat di Kejaksaan Agung Republik Indonesia.
Sementara itu, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menyampaikan rasa bangganya atas kiprah Yuqaiyum Hasib. Keberhasilan salah satu putra daerah Pringsewu meniti karier di tingkat nasional dinilai dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya para pelajar di Pringsewu, untuk terus belajar, disiplin, dan optimistis meraih cita-cita.
Kunjungan tersebut pun menjadi simbol kuat bahwa perjalanan panjang menuju kesuksesan kerap berawal dari ruang kelas sederhana, seperti SD Negeri 1 Pringsewu. (Sahirun)