
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Gubernur Lampung menyatakan, Lampung menunjukkan kiprah dan komitmen dalam menggerakkan literasi nasional serta memperkaya khazanah sastra Indonesia. Hal ini ia katakana pada acara Peluncuran Buku Festival Cerpen Indonesia 2025 di Aula Pahawan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) jalan Cut Mutia, Bandar Lampung, Minggu, 14 Desember 2025.
Peluncuran Buku Antologi Cerpen Indonesia bagian dari Festival Cerpen Indonesia 2025. Latar cerita berdasarkan kearifan lokal Lampung seperti seni, adat, budaya, dan destinasi wisata khusus peserta dari Lampung.
Perhelatan ini merupakan kolaborasi antara Forum Guru Motivator Peduli Literasi (FGMPL) Provinsi Lampung dan SIP Publishing Purwokerto Jawa Tengah.
Gubernur Lampung melalui Kepala Dinas Perpustakan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Fitrianita Damhuri melanjutkan, karya mereka adalah bukti bahwa semangat menulis terus hidup dan berkembang di berbagai daerah.
“Peluncuran buku ini menunjukkan bahwa dunia kepenulisan kita terus hidup dan terus bergerak maju. Di tengah kesibukan dan perubahan yang cepat, cerita-cerita dalam buku ini mengajak kita berhenti sejenak, melihat hidup dari berbagai sudut danmerawat imajinasi yang membuat bangsa ini terus tumbuh,” ujarnya.
Ia menambahkan, peluncuran antologi cerpen ini memiliki makna yang sangat penting. Di dalamnya tersimpan kreativitas, imajinasi dan pengalaman para penulis dari berbagai daerah. Setiap cerpen menjadi potret keberagaman.
“Saya berharap antologi ini menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda Lampung,” pungkasnya.
Pada kesempatan ini, Ketua Panitia, Arsiya Heni Puspita menyatakan Wisata Literasi Sang Bumi Rua Jurai merupakan rangkaian acara Festival Cerpen Indonesia. Peserta mengunjungi Pahawang dan merasakan secara langsung under water Nemo serta wisata kuliner Seruit Lampung.
Tak hanya itu, ia menambahkan peserta berinteraksi langsung dengan Gajah Lampung di Lembah Hijau. Merasakan kenyamanan spiritual di Masjid Raya Lampung al Bakrie sebagai iconic Lampung. Juga, berbelanja oleh-oleh khas Lampung.
“Harapan kami, kearifan lokal Lampung sebagai latar cerita cerpen bisa menjadikan Lampung lebih dikenal tidak hanya di Indonesia tetapi antarnegara dengan partisipasi peserta dari Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam, Timor Leste, Taiwan bahkan Mesir,” tambahnya.
Dengan adanya Wisata Literasi, diharapkan juga banyak yang mengunjungi Tanah Lada Lampung nan indah dan kaya, ini berpengaruh baik bagi kita semua,” tandasnya.
Hendra Apriawan, Kepala BGTK Provinsi Lampung, melalui Diana Sari Dj Ketua Tim Kerja Fasilitasi meyampaikan literasi merupakan fondasi utama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam dunia pendidikan.
“Guru dan tenaga kependidikan tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai agen literasi dan teladan dalam berpikir kritis, kreatif, dan reflektif. Melalui karya sastra, seperti cerpen, nilai-nilai karakter, budaya, dan kemanusiaan dapat ditanamkan secara lebih mendalam kepada peserta didik,” paparnya.
Peluncuran buku antologi cerpen pada hari ini bukan hanya menjadi penanda keberhasilan sebuah program, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam menumbuhkan budaya menulis di kalangan pendidik dan masyarakat.
“Kami berharap karya-karya yang dilahirkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran kontekstual, sumber inspirasi, serta referensi penguatan karakter di satuan pendidikan,” tutupnya.
Direktur SIP Publishing, Indra Gunawan berkomitmen mendukung pertumbuhan literasi di Indonesia dengan rangkaian pelatihan penulisan terutama dibidang sastra. Pelatihan menulis fiksi, pantun, puisi, dan lainnya.
“Bandar Lampung kota yang indah. Saya melihat langsung biota laut di Pahawang juga sudah mencoba Seruit Lampung,” pungkasnya.
Sumedi selaku Ketua FGMPL Provinsi Lampung berharap agar kegiatan ini berkelanjutan. (Heny)