
TULANG BAWANG, sinarlampung.co-Warga dan aparat di Kabupaten Tulang Bawang, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ditemukan tewas membusuk di areal perkebunan sawit. Korban, yang sempat dilaporkan hilang, diduga kuat menjadi korban kejahatan.
Jasad korban berinisial Ro (16), warga Kampung Kibang Pacing, Kecamatan Menggala Timur, ditemukan seorang mandor, tertutup daun pelepah sawit, pada Kamis 11 Desember 2025.
Hilang Delapan Hari
Korban Ro telah dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak Rabu 3 Desember 2025. Korban terakhir kali terlihat mengendarai sepeda motor Honda Vario.
Jasad Ro pertama kali ditemukan oleh seorang mandor perkebunan sawit di wilayah Kampung Cempaka Jaya, Kecamatan Menggala Timur. Mandor tersebut mencium bau busuk saat melintas di lokasi.
Saat ditemukan, jenazah Ro tergeletak dalam kondisi membusuk penuh belatung dan tertutup oleh pelepah daun sawit, mengindikasikan upaya untuk menyembunyikan jasad.
Motor dan Ponsel Hilang
Kasat Reskrim) Polres Tulang Bawang, AKP Noviarif Kurniawan, membenarkan penemuan tersebut saat dihubungi pada Minggu 14 Desember 2025. “Kondisi korban sudah mengalami pembusukan,” ujar Noviarif.
Dugaan awal polisi mengarah pada motif kejahatan pembegalan yang berujung pada pembunuhan. Dugaan ini diperkuat oleh beberapa temuan bahwa sejumlah harta benda korban, seperti sepeda motor Honda Vario yang terakhir dikendarai dan ponsel, tidak ditemukan di lokasi kejadian.
Bahkan kondisi korban saat ditemukan masih mengenakan seragam sekolah, menunjukkan ia kemungkinan menjadi target saat dalam perjalanan.
“Apakah ini pembegalan atau motif lain, belum bisa kami simpulkan. Masih kami dalami. Dugaan kuat korban pembegalan karena sepeda motor dan ponselnya hilang,” kata Noviarif Kurniawan.
Saat ini, jasad Ro telah dibawa ke RS Bhayangkara Polda Lampung untuk dilakukan proses autopsi guna mengungkap penyebab pasti kematian dan memastikan kronologi pembunuhan. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku.
Duka Mendalam Keluarga dan Sekolah
Penemuan jasad Ro (16) di perkebunan sawit menyisakan duka mendalam bagi keluarga, teman, dan seluruh civitas akademika tempat korban bersekolah di Tulang Bawang. Sejak Ro dilaporkan hilang pada Rabu (3/12/2025), keluarga di Kampung Kibang Pacing telah menjalani penantian penuh cemas selama delapan hari.
Penemuan tragis ini menghapus harapan keluarga untuk menemukan Ro dalam keadaan selamat. “Keluarga sangat terpukul. Mereka berharap Ro hanya pergi bermain atau menginap di rumah temannya, tapi ternyata berakhir seperti ini. Hilangnya motor dan HP sudah membuat kami curiga, tapi kami tidak menyangka kejahatan sekeji ini menimpa dia,” Ujaran salah satu keluarga korban.
Keluarga kini menaruh harapan besar kepada Polres Tulang Bawang agar pelaku pembunuhan keji tersebut segera ditangkap dan mendapatkan hukuman yang setimpal.
Kabar tewasnya Ro juga menciptakan suasana syok dan keprihatinan di kalangan teman-teman dan guru-guru di SMK tempat Ro menuntut ilmu.
Menurut kesaksian salah satu teman sekelas, Ro dikenal sebagai sosok siswa yang periang dan tidak memiliki musuh.
”Kami semua kaget. Ro anak yang baik dan rajin. Kami tidak bisa membayangkan kenapa dia menjadi korban sekeji ini. Delapan hari ini kami terus mendoakan dia, kami syok melihat dia ditemukan dalam kondisi seperti itu.” Kata salah satu tekan sekolah korban.
Pihak sekolah dilaporkan telah berkoordinasi dengan keluarga untuk memberikan dukungan moral dan akan menggelar doa bersama sebagai bentuk belasungkawa atas meninggalnya salah satu siswa mereka. (Red)