
Lampung Selatan, sinarlampung.co-Kualitas pengerjaan proyek rekonstruksi Jalan cor beton ruas Kalirejo–Marga Catur, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan Rp1,4 miliar oleh CV Mulya Gama Mandiri, diduga asal jadi. Pengerjaan berkualitas buruh dan jauh dari spesifikasi. Terbukti baru sepekan dikerjakan ruas badan jalan kini sudah retak-retak.
CV Mulya Gama Mandiri sebagai pihak kontraktor (rekanan) mengerjakan rekonstruksi Jalan cor beton yang menghubungkan Desa Kalirejo Kecamatan Palas–Marga Catur, Kecamatan Kalianda, dengan nilai anggaran Rp1,4 Miliar lebih, bersumber dari APBD Lampung Selatan melalui Dinas PUPR Tahun Anggaran 2025.
Menanggapi al itu, Kepala UPT PUPR Kecamatan Kalianda, Munadi, menyatakan akan meninjau langsung kondisi di lapangan. “Siap makasih infonya nanti kita cek ke lokasi, dan sudah saya infokan ke pihak pelaksananya,” ujar Munadi melalui pesan WhatsApp, Jumat 21 November 2025.
Terkaih PHO (Provisional Hand Over), Munadi menyatakan bahwa pekerjaan masih berjalan. “Belum saat ini masih proses kating dan curring penyiraman dan hamparan bahunya,” katanya
Pelaksana Lapangan CV Mulya Gama Mandiri, Mirda, saat dikonfirmasi Tim Media menyebut retakan pada beton adalah hal yang wajar terjadi dalam proses pembangunan. “Biasa itu kalau di beton, bang, tetap nanti saya perbaiki. Karna kerja kita sesuai dengan prosedur kalau retak dan patah bukan kita inginkan. Sudah kita rawat juga beton itu masih ada retak juga,” kata Mirda melalui pesan WhatsApp.
Pernyataan Mirda itu justru dianggap menyepelekan kualitas pekerjaan pembangunan yang menelan anggaran negara mencapai Rp1,4 miliar. Padahal, pembangunan infrastruktur saat ini menjadi perhatian serius Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, yang menekankan pentingnya kualitas agar konstruksi dapat bertahan hingga lima tahun ke depan.
“Pemerintah daerah benar-benar memastikan setiap proyek infrastruktur dikerjakan sesuai standar teknis, sehingga hasilnya berkualitas, aman, dan berumur panjang. Rekanan kok ngomongnya enteng banget kualitas buruk kok biasa. Teknisnya jelas ada, kalo retak berarti tidak sesuai,” kata warga.
Sementara, Kepala Desa Marga Catur Muhamad Abdul Muklis, mengaku belum mengetahui secara pasti letak atau lokasi keretakan badan jalan cor beton yang baru di bangun itu. “Saya mendapat laporan dari beberapa warga bahwasannya Cor Beton yang baru seminggu selesai dikerjakan sudah banyak keretakan. Tapi saya belum tahu posisi dimana keretakan itu lagian saya sendiri lagi terbaring sakit jadi belum bisa kelokasi,” kata kades.
Untuk itu, pihaknya akan memastikan lokasinya dan segera melakukan koordinasi dengan pihak rekanan. “Coba nanti saya komunikasikan dengan pihak rekanan,” katanya. (Rls/net)