
Pesawaran, sinarlampung.co – Pemerintah Kabupaten Pesawaran menyatakan dukungan penuh terhadap proses monitoring, evaluasi, dan pemantauan keterbukaan informasi publik (KIP) dalam rangkaian E-Monev 2025 yang digelar Komisi Informasi Provinsi Lampung melalui Zoom Meeting, Jumat, 14 November 2025.
Staf Ahli Bupati Bidang Ekubang, Zainal Abidin, yang mewakili Bupati Pesawaran, menekankan bahwa dukungan ini bukan seremonial. Menurutnya, E-Monev adalah langkah strategis memperkuat transparansi dan akuntabilitas di seluruh perangkat daerah.
“Pemkab Pesawaran mendukung penuh pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik ini. Kami mengutamakan keterbukaan informasi untuk memotivasi Perangkat Daerah dan mengedukasi masyarakat,” ujarnya.
Zainal berharap E-Monev 2025 menjadi ruang perbaikan dan penguatan integritas pelayanan publik. Pemkab, katanya, siap menerima masukan dan rekomendasi dari KI Lampung untuk meningkatkan kualitas layanan informasi.
Ketua KI Provinsi Lampung, Erizal, menyebut E-Monev tahun ini diikuti 246 badan publik, dan hanya 49 lolos tahap presentasi termasuk Pesawaran. Ia mengapresiasi peningkatan pengisian SAQ dan menegaskan keterbukaan informasi sebagai komitmen pemerintah provinsi.
“PPID menjadi garda terdepan, bukan hanya PPID Utama tetapi juga PPID desa, kecamatan, sekolah, dan puskesmas,” katanya. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi, kesiapan SDM, serta percepatan transformasi digital.
Kepala Diskominfotiksan sekaligus PPID Utama Pesawaran, Jayadi Yasa, menjelaskan bahwa E-Monev berlangsung selama tiga bulan dan berjalan dengan dukungan penuh Bupati, Sekda, dan seluruh OPD. Ia menegaskan bahwa SAQ bukan hanya urusan Kominfo.
“Pengisian SAQ adalah kewajiban seluruh OPD. Tahun ini pengisian sudah mencapai 94% sesuai indikator terbaru KI Provinsi Lampung,” ujarnya. Jayadi berharap bimbingan asesor dapat memperkuat prestasi Pesawaran seperti tahun sebelumnya.
Perwakilan Asesor KI, Dery Hendryan, menyampaikan adanya perubahan indikator dari enam menjadi lima. Ia menekankan bahwa publikasi informasi kini harus memanfaatkan beragam media agar lebih mudah diakses masyarakat.
Menutup kegiatan, tim asesor memberikan catatan atas pengisian SAQ Pesawaran dan melanjutkan diskusi teknis terkait penilaian. Mereka berharap perbaikan data dapat segera disempurnakan agar monitoring berjalan maksimal. (*)