
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung mengapresiasi Festival Cerpen Indonesia 2025 dalam rangka meningkatkan literasi dengan latar cerita kearifan lokal seperti seni, adat, budaya, dan daerah Lampung.
Apresiasi ini disampakan pada saat menerima audiensi Forum Guru Motivator Peduli Literasi (FGMPL) Provinsi Lampung di ruang kerjanya di jalan Drs. Warsito No.72 Bandar Lampung. Rabu, 12 November 2025.
Sebagai Dewan Penasehat Kebijakan Forum Guru Motivator Peduli Literasi (FGMPL) Lampung, Kadisdikbud Lampung, Thomas Americo menyatakan, warisan daerah harus kita jaga, pelihara, kembangkan, explore, dan promosikan.
“Supaya generasi penerusnya ingat dan tahu bahwa warisan budaya kita sangat banyak. Mulai dari Liwa sampai Lampung Selatan, dari Tanggamus sampai Way Kanan yang perlu kita lestarikan,” tegasnya.
Pada kesempatan ini, ia juga mengucapkan terima kasih atas support dan eksistensi FGMPL Provinsi Lampung. “Terima kasih selama ini telah melakukan langkah-langkah perbaikan terkait dengan literasi yang ada di Lampung”, tutupnya
Festival yang digagas FGMPL Provinsi Lampung dan SIP Publishing Purwokerto. Pelatihan telah terlaksana secara daring pada 9-11 November 2025, peserta sesuai target panitia nyaris 5.000 dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Taiwan, dan Mesir.
Peserta dari Lampung disarankan menggunakan latar cerita yang ada di Lampung. Peluncuran buku Antologi Cerpen akan diadakan di Bandar Lampung pada 14 Desember 2025 mendatang.
Ketua Panitia, Arsiya Heni Puspita menyampaikan, kearifan lokal Lampung sebagai latar cerita cerpen bisa menjadikan Lampung lebih dikenal.
“Pada akhirnya, banyak yang mengunjungi Lampung, ini berpengaruh baik bagi kita semua,” pungkasnya.
Di kesempatan yang berbeda, Ketua FGMPL Provinsi Lampung Sumedi, menyatakan permohonan maafnya karena tidak bisa menghadiri acara audiensi. Hal ini karena waktunya bersamaan dengan penyampaian materi literasi di MGMP Bahasa Indonesia di Pringsewu.
Tak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih atas kesediaan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung berkenan meneri pengurus FGMPL Provinsi Lampung.
“Semoga Kepala Dinas berkenan memberikan dukungan dan arahan terhadp program-program FGMPL. Juga memberikan solusi untuk pembentukan pengurus FGMPL Kota Bandar Lampung yang bisa dijadikan pusat kegiatan literasi di provinsi”, tandasnya.
FGMPL Lampung berdiri sejak 2021 di bawah Forum Indonesia Menulis (FIM), menjadi wadah bagi para guru dan pegiat literasi di daerah.
SIP Publishing, penerbit yang telah menghasilkan lebih dari 3.900 judul buku, kembali mengukuhkan diri sebagai salah satu penerbit tiga besar terbaik dari 993 penerbit di Jawa Tengah tahun 2024. (Heny)