
Bandar Lampung, sinarlampung.co-Baru dua bulan diresmikan, Masjid Raya Al-Bakrie yang telah menjadi ikon kebanggaan Kota Bandarlampung diterpa kontroversi. Sebuah video yang menampilkan sekelompok ibu-ibu berjoget dengan kostum ketat (press body) dan warna mencolok (“ngejreng”) di halaman masjid viral dan memicu kemarahan publik, pada Jumat 9 November 2025.
Videonya diunggah di Tiktok dan menjadi viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Halaman depan Masjid Al-Bakrie yang terletak strategis di jantung kota, Jl. Jenderal Sudirman, Enggal, Bandarlampung (lokasi bekas GOR Saburai).
Dalam vidio itu para ibu-ibu tersebut melenggak-lenggok dengan gerakan yang dinilai tidak pantas, sementara di belakang layar tampak megahnya arsitektur Masjid Al-Bakrie. Mereka berjoget tersebut diiringi lagu yang juga dianggap “hot” dengan judul “Bodo Amat” yang dinyanyikan oleh Julia Vio dan Insan Aoi.
Viralnya video ini langsung menuai kecaman luas dari netizen yang menilai aksi tersebut mencederai kesucian rumah ibadah. Mayoritas netizen menyatakan kekecewaan dan meminta pihak berwenang untuk bertindak.
Komentar seperti ajakan untuk “istighfar” dan penegasan bahwa “masjid bukan tempat joget-joget hot tapi untuk ibadah” membanjiri kolom komentar. “Cukup katakan astafirullah, sekarang kenapa ya agak sedikit sebel sama ibu-ibu yang berpakaian seperti itu, maaf ya buk ibuk, walaupun saya perempuan terkadang sering bener nemuin yang begitu bajunya press body jogging3 gitu,” tulis @nafanrhizasamadi. “Mending pengajian biar adem,” saran @mirna_sunshine_craft.
Cukup katakan astafirullah, sekarang kenapa ya agak sedikit sebel sama ibu-ibu yang berpakaian seperti itu, maaf ya buk ibuk, walaupun saya perempuan terkadang sering bener nemuin yang begitu bajunya press body jogging3 gitu,” tulis @nafanrhizasamadi.
“Mending pengajian biar adem,” saran @mirna_sunshine_craft.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dikabarkan langsung “menegur” pengelola Masjid Al-Bakrie atas insiden yang dianggap memalukan tersebut. Tindakan ini menegaskan komitmen Pemprov Lampung untuk menjaga fungsi dan kesucian Masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pelayanan umat.
Masjid Al-Bakrie sendiri merupakan salah satu landmark baru dan ikon keagamaan termegah di Provinsi Lampung, hasil dari pengabdian keluarga besar Bakrie. Dibangun atas prakarsa keluarga besar H. Aburizal Bakrie, seorang tokoh nasional dan pengusaha berdarah Lampung.
Seluruh biaya pembangunan mencapai puluhan miliar rupiah ditanggung oleh dana keluarga besar Bakrie/Yayasan Bakrie Amanah. Hadirnya Masjid ini diharapkan dapat menjadi pusat ibadah, dakwah modern, pendidikan keagamaan, dan pelayanan sosial yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Proses Pembangunan dengan Groundbreaking dimulai pada tahun 2019.. Proses konstruksi melibatkan tenaga ahli di bidang desain masjid modern yang mengedepankan keindahan arsitektur dan fungsi ibadah. Masjid ini memiliki kapasitas tampung hingga 12.000 hingga 15.000 jemaah, menjadikannya salah satu yang terbesar di Lampung.
Masjid Raya Al-Bakrie diresmikan secara resmi pada Jumat, 12 September 2025, dihadiri oleh H. Aburizal Bakrie, Menteri Agama RI, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, serta ribuan tokoh dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Aburizal Bakrie menyampaikan rasa syukur dan berharap masjid ini “menjadi tempat lahirnya generasi Islam yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi sesama” serta menjadi amal jariyah bagi keluarga besarnya. (Red)