
Bandar Lampung, sinarlampung.co-Tim Penyidik Jatanras Satreskrim Polresta Bandar Lampung mulai mengusut kasus penganiayaan asisten rumah tangga (ART) oleh majikannya, seorang ASN dokter dan suaminya, di Bandar Lampung. Penyidik mulai memeriksa korban dan saksi-saksi.
Asisten rumah tangga (ART) berinisial RB (45) korban penganiayan oleh oknum dokter PNS berinisial DM. RB didampingi oleh kuasa hukumnya menjalani serangkaian pemeriksaa diruangan Jatanras Polresta Bandar Lampung, Jumat 31 Oktober 2025.
“Dalam pemeriksaan tadi klien kami mengaku telah dianiaya oleh majikannya berinisial DM seorang oknum dokter PNS dan suaminya,” kata kuasa hukum korban Wahyu Widiyatmiko, Jumat 31 Oktober 2025.
Wahyu menjelaskan berdasarkan pengakuan kliennya dihadapan penyidik Jatanras Polresta Bandar Lampung, kliennya mengaku menjadi korban penganiayaan oleh majikannya dituduh mencuri uang. “Peristiwa penganiayaan serupa pernah terjadi pada tahun 2023. Yang sekarang parah, klien kami mengaku dipukul oknum dokter DM pada bagian wajah dan suaminya dibagian punggung menggunakan sapu,” ujarnya.
Wahyu Widiyatmiko, memastikan pihaknya mendampingi kliennya selama proses pemeriksaan berlangsung. “Laporan klien kami, ART yang diduga dianiaya oknum dokter PNS berinisial DM, kini sudah ditangani penyidik Jatanras Polresta Bandar Lampung,” kata Wahyu, Selasa 21 Oktober 2025 lalu.
Wahyu juga menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan meminta aparat kepolisian segera menangkap terduga pelaku. “Kami mendesak agar penyidik segera memproses laporan dan menangkap pelaku, karena dugaan penganiayaan ini sangat kejam dan terjadi berulang kali,” katanya.
RB, diketahui warga asal Lampung Utara, mengaku mengalami kekerasan fisik saat bekerja di rumah DM, seorang dokter PNS yang bertugas di salah satu puskesmas di Kota Bandar Lampung. “Saya dituduh mencuri uang. Waktu saya tidak mengaku, saya dipukul di wajah dan dipukul pakai sapu,” ujar RB.
RB juga menambahkan bahwa kekerasan yang dialaminya tidak hanya dilakukan oleh DM, tetapi juga oleh suami dan anaknya. “Kepala saya sering dipukul pakai handphone atau sapu oleh suaminya dan anak laki-lakinya juga pernah meninju saya,” ujarnya. (Red)