
Pesawaran, sinarlampung.co – Pembangunan gedung Puskesmas dua lantai di Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, mulai menuai sorotan. Sejumlah temuan di lapangan memunculkan dugaan bahwa pekerjaan proyek tersebut tidak berjalan sesuai perencanaan.
Tim investigasi yang mendatangi lokasi proyek menilai pekerjaan terkesan asal jadi. Dari pantauan mereka, ada beberapa bagian fisik bangunan yang dianggap janggal dan tak sesuai standar teknis.
Aktivis antikorupsi Mahmuddin ikut angkat bicara. Ia menyayangkan jika proyek yang dikerjakan oleh CV Perkasa Alam itu benar-benar tak memperhatikan kualitas.
“Material besinya terlihat tidak standar, bahkan seperti kualitas rendah. Kalau bangunan publik dikerjakan dengan bahan begitu, tentu berisiko. Anggarannya besar, jadi wajar masyarakat berharap hasilnya bagus,” ujarnya.
Mahmuddin mengingatkan bahwa proyek tersebut menggunakan dana APBD 2025 dengan nilai hampir Rp2,9 miliar. Ia menilai perlu ada pengawasan bersama agar tidak terjadi penyimpangan.
“Kalau memang terbukti tidak sesuai spesifikasi, ya harus diperbaiki atau dibongkar ulang. Jangan sampai uang miliaran habis, tapi bangunannya tidak layak,” tambahnya.
Sorotan terhadap proyek ini juga datang dari DPRD Pesawaran. Anggota Komisi III dikabarkan turun langsung mengecek lokasi beberapa hari lalu. Kehadiran mereka disebut sebagai respons atas laporan masyarakat yang meragukan kualitas bangunan.
Warga menganggap penggunaan material di lapangan tak sesuai kontrak kerja, terutama untuk bangunan dua lantai yang membutuhkan konstruksi kuat.
“Kami masih kumpulkan informasi dan bukti. Kalau memang pekerjaannya sesuai gambar rencana, ya tunjukkan. Tapi kalau memang ada yang salah, harus dibenahi,” katanya.
Hingga kini, pihak pelaksana proyek belum memberikan klarifikasi resmi. Awak media masih mencoba menghubungi mereka untuk meminta tanggapan. (Red)