
Lampung Timur, sinarlampung.co-Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah berencana meminjam uang atau berhutang kepada PT. Sarana Multi Infrastruktur (PT.SMI/ BUMN) sebesar Rp200 miliar untuk pelaksanaan anggaran 2026. Hal itu disampaikan Bupati saat Rapat Paripurna Penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2026.
Dalam Paripurna itu, Bupati Ela juga menyampaikan skala prioritas 2026 diantaranya, peningkatan kemantapan infrastruktur dasar, reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan serta peningkatan investasi dan hilirisasi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Mendengar laporan itu, sejumlah Fraksi DPRD Lampung Timur menolak rencana pemerintah kabupaten yang akan “ngutang” ke pusat pada pelaksanaan anggaran 2026. Jika hal itu terjadi, maka beban rakyat kian berat dan akan sulit untuk membayar.
“Pada rapat paripurna KUA-PPAS tahun 2026, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyatakan jika pada Anggaran 2025 terdapat Sisa Lebih Penghitungan Anggaran (SILPA) sebesar Rp50 miliar. Sedangkan untuk pelaksanaan anggaran, pemkab berencana akan meminjam ke pusat melalui PT SMI sebesar Rp200 miliar. Jika ini disetujui atau terjadi, kita bayar pakai apa. Bunganya saja sekitar Rp24 miliar selama empat tahun,” kata Wakil Ketua DPRD Lampung Timur dari Fraksi Partai Gerindra Hanif Fauzi.
Mengapa, kata Hanif Fauzi, rencana pinjaman mencapai ratusan miliar itu belum ada formula khusus untuk membayar. Ditambah akan kian memberatkan rakyat, maka Fraksi Gerindra menolak rencana pemerintah yang terkesan memaksakan diri tanpa memikirkan beban untuk membayarnya. “Atas nama rakyat, Fraksi Gerindra dengan tegas menolak rencana itu,” kata Hanif.
Hal yang sama disampaikan,Anggota Fraksi Gerindra yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Lampung Timur M Zakwan. Dirinya membenarkan jika fraksinya dengan tegas menolak rencana pemkab yang akan mengutang Rp 200 miliar ke pusat untuk pelaksanaan anggaran 2026. “Anggaran kita sudah sangat besar yakni sekitar Rp2,1 triliun dan sumber pendapatan masih banyak peluang. Jadi nggak perlu tergesa-gesa harus ngutang,” ucap Zakwan.
Fraksi Nasdem juga sepakat menolak rencana Pemkab Lampung Timur akan meminjam ratusan miliar dengan alasan untuk kegiatan pembangunan di kabupaten berpenduduk satu juta jiwa lebih itu. “Saya sudah empat periode jadi anggota dewan. Baru kali ini Pemkab mau ngutang ratusan miliar,” ujar Yusran Amirullah yang juga Ketua DPC Partai Nasdem Lampung Timur itu.
Menurut Yusran Amirullah, dengan meminjam ratusan miliar, hal itu akan menimbulkan masalah baru baik bagi pemkab dan rakyat saat pengembalian. Meskipun hal itu selama empat tahun. “Pokok pinjam Rp200 miliar plus bunga Rp24 miliar. Dari mana untuk bayarnya,” ujar Yusran.
Meskipun hal itu masih rencana, Fraksi Nasdem dengan tegas menolak rencana tersebut. “Fraksi Nasdem dengan tegas menolak karena selama ini kita nggak pernah ngutang dan jangan sampai rakyat jadi korban,” kata Yusran. (Red)