
Lampung Selatan, sinarlampung.co – Pihak Bank BRI Unit Karang Pucung belum memberikan penjelasan terkait keterlambatan informasi pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang menyebabkan sejumlah siswa di Desa Banjarsari, Kecamatan Way Sulan, gagal mencairkan bantuan pendidikan tersebut.
Perwakilan BRI Unit Karang Pucung, Andika, mengatakan pihaknya masih menunggu pernyataan resmi dari kantor pusat setelah pemberitaan mengenai keluhan masyarakat diketahui oleh manajemen pusat.
“Saat ini karena berita tersebut (terkait keluhan warga, red) sudah diketahui kantor pusat, saya juga menunggu standing statement dari sana. Jadi saya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (9/10/2025).
Akibat keterlambatan informasi dari pihak bank, dana bantuan yang seharusnya diterima siswa untuk keperluan sekolah terpaksa ditarik kembali ke kas negara. Warga menilai lemahnya koordinasi antara pihak bank, sekolah, dan dinas pendidikan menjadi penyebab utama permasalahan ini.
Salah satu wali murid, Waluyo, mengaku kecewa karena kehilangan kesempatan mencairkan dana tersebut.
“Kami tidak tahu kalau uangnya sudah cair. Begitu dapat kabar, dananya malah sudah ditarik lagi. Kami berharap pihak bank lebih tanggap agar hal seperti ini tidak terulang,” ujarnya.
Seorang guru di sekolah setempat juga membenarkan bahwa pihak sekolah tidak menerima pemberitahuan resmi dari bank terkait jadwal pencairan.
“Biasanya kami diberi kabar untuk disampaikan ke orang tua, tapi kali ini tidak ada pemberitahuan sama sekali,” katanya.
Masyarakat berharap pihak bank segera memberikan kejelasan dan solusi agar dana PIP yang telah ditarik dapat kembali dicairkan, serta memperbaiki sistem informasi dan koordinasi dengan pihak sekolah dan dinas pendidikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (Red)