
Tulang Bawang Barat, sinarlampung.co-Mesin oven pabrik pengolahan Sagu milik PT Mentari Prima Jaya, di Tiyuh (Desa) Sukajaya, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) meledak hebat. Enam pekerjaan mengalami luka bakar serius, dan satu orang dinyatakan tewas, dan dilarikan ke RS Mutiara Bunda Unit 2 Tulang Bawang, Kamis 18 September 2025 sore.
Insiden terjadi saat para pekerja sedang melakukan aktivitas rutin pengemasan sagu ketika suara tidak wajar dan percikan api muncul dari mesin oven sebelum terjadi ledakan hebat. Belum diketahui penyebab meledaknya mesin open pengolahan sagu yang terjadi jelang azan Magrib itu.
Enam pekerja terluka serius, dan satu di antaranya, Wahyu Febrianto (26), meninggal dunia keesokan harinya akibat luka bakar parah. Empat korban dirawat di RS Mutiara Bunda Unit 2, Tulang Bawang, dan dua korban lainnya yang mengalami luka lebih parah dirujuk ke Palembang.
Pasca ledakan Tim SAR dan petugas evakuasi segera menangani korban di lokasi kejadian. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab pasti ledakan, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian. Manajemen PT Mentari Prima Jaya Abadi berkomitmen bertanggung jawab atas seluruh dampak insiden.
Kasatreskrim Polres Tulang Bawang Barat, Iptu Hardanus Tosira, mengatakan pasca ledakan Polisi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. “Iya benar, kita sudah ke TKP untuk melakukan penyelidikan serta memeriksa saksi-saksi terkait ledakan yang berasal dari mesin oven,” ujar Tosira, Sabtu 20 September 2025.
Berdasarkan keterangan saksi, ujar Tosira, ledakan pabrik sagu terjadi sekitar pukul 05.30 WIB saat sejumlah pekerja sedang melakukan proses pengemasan sagu. “Tiba-tiba, terdengar suara bising dari mesin oven disertai percikan api. Tak lama kemudian, oven meledak hingga memicu kebakaran di area pabrik,” ujarnya.
Saat kejadian itu, para pekerja berusaha menyelamatkan diri, namun enam di antaranya mengalami luka bakar. “Empat korban saat ini masih dirawat di RS Tulang Bawang Barat, sementara dua lainnya harus dirujuk ke RS di Palembang, Sumatera Selatan,” ujar Tosira.
Selain korban jiwa, ledakan juga merusak bangunan pabrik. Atap dan dinding mengalami kerusakan parah, sementara mesin oven pecah akibat tekanan ledakan. “Hingga kini kami masih menyelidiki penyebab pasti ledakan tersebut,” katanya.
Kapolres Tubaba, AKBP Sendi Antoni, menambahkan bersama jajaran Polres dan Polsek mendatangi lokasi kejadian ledakan, dan melakukan evakuasi korban, mengamankan lokasi menggunakan garis polisi serta berkoordinasi dengan pihak PT. Mentari Prima Jaya Abadi. “Kami prioritaskan keselamatan warga dan pekerja di sekitar lokasi. Penanganan kami lakukan secara terpadu bersama seluruh stakeholder,” ujar Kapolres.
Sementer pihak PT. Mentari Prima Jaya Abadi melalui Manaje,r Agus Sattu menyampaikan komitmen perusahaan untuk bertanggung jawab atas seluruh dampak insiden, termasuk kemungkinan kerusakan rumah warga. “Atas insiden yang terjadi kami dari pihak PT. Mentari Prima Jaya Abadi komitmen bertanggung jawab terhadap korban termasuk kerusakan rumah warga dan untuk Sementara aktivitas dihentikan hingga proses pemulihan selesai,” katanya. (Red)