
Bandar Lampung punya dua masjid megah yang bikin kota ini makin hidup dan religius. Masjid Agung Al-Furqon sang legenda, sudah bertahun-tahun jadi saksi perjalanan religius warga.
Sementara Masjid Raya Al-Bakrie baru saja diresmikan dengan wajah futuristis dan fasilitas modern.
Al-Furqon dibangun di era Presiden Soekarno pada tahun 1950-an di perempatan Jalan Diponegoro-DR. Susilo. Kubah limas khas Lampung dan menara setinggi lebih dari 100 meter membuatnya langsung dikenali sebagai ikon kota.
Meski berusia lebih dari enam dekade, Al-Furqon tetap ramai aktivitas. Kapasitasnya antara 2.000-6.000 jamaah, dengan aula serbaguna, perpustakaan, ruang pertemuan, dan area parkir luas.
Al-Bakrie hadir di Jalan Jenderal Sudirman, dibangun dalam waktu sekitar dua tahun. Peresmian dilakukan Menteri Agama RI pada 12 September 2025, dan langsung jadi sorotan warga karena kapasitasnya mencapai 12.000 jamaah.
Masjid ini dilengkapi fasilitas modern dan multifungsi, mulai dari ruang salat pria dan wanita, ruang VIP, perpustakaan, TPQ, ruang jenazah, hingga ballroom luas 1.586 m². Area parkir lapang, playground anak, taman kota, dan zona UMKM menambah nilai kegunaannya bagi masyarakat.
Arsitektur Al-Bakrie futuristis tapi tetap menampilkan sentuhan budaya Lampung. Masjid ini bukan sekadar tempat ibadah, tapi juga ruang publik untuk berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.
Al-Furqon mewakili sejarah dan tradisi, sementara Al-Bakrie simbol modernitas dan kemegahan masa depan. Keduanya saling melengkapi, menunjukkan bahwa Bandar Lampung punya identitas keagamaan yang kuat tapi juga dinamis.
Di mata warga Kota Tapis Berseri, dua masjid ini bukan pesaing. Tetapi sama-sama memperkuat citra kota yang religius, terbuka, dan ramah untuk semua generasi.