
Pimpinan tiga pasukan elite TNI itu sebelumnya dijabat Pati Bintang 2 dengan sebutan Komandan. Kemudian dinaikkan menjadi Pati Bintang 3 berdasarkan Perpres No 84 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Perpres No 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI, dengan sebutan Panglima Komando/Korps.
Ketiganya bersama 41 perwira tinggi (Pati) TNI dari tiga matra dimutasi, dirotasi dan mendapat promosi jabatan dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Letjen Djon Afriandi bersama Pati TNI dan para Pati lainnya dikukuhkan pada upacara Gelar Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer (Gepaopshormil) di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung pada Minggu 10 Agustus 2025.
Kebijakan mutasi para Pati TNI tersebut tercantum dalam Keputusan Panglima Tentara Nasional Indonesia Nomor Kep/1033/VIII/2025 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Keputusan yang ditetapkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto ini ditandatangani Kepala Setum TNI Brigjen TNI Adek Chandra Kurniawan pada Rabu, 6 Agustus 2025.
Diketahui Djon Afriandi sebelumnya berpangkat Mayjen TNI dan menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus). Setelah mendapat penugasan baru sebagai Pangkopassus, pangkatnya naik setingkat menjadi Letjen TNI.
Djon Afriandi memiliki pendidikan yang mentereng dan karier yang moncer. Sebelum masuk Akmil, Djon Afriandi tercatat sempat bersekolah di SDN Sukarasa 3/5 Bandung. Ia kemudian melanjutkan sekolahnya ke SMPN 5 Bandung dan kemudian SMAN 2 Bandung. Kemudian masuk Akademi Militer (Akmil) Magelang.
Saat lulus dari Akmil pada 1995, Djon Afriandi menjadi lulusan terbaik dengan meraih penghargaan Adhi Makayasa dari satuan Infanteri Kopassus. Jenderal Kopassus yang pernah menjadi Komandan Upacara Peringatan HUT ke-79 TNI di Silang Monas, Jakarta pada 2024 ini juga memiliki Brevet Kualifikasi Penanggulangan Teror (Gultor), Brevet Kualifikasi Pandu Udara (Pathfinder), dan Setia Waspada Paspampres.
Lulusan pendidikan militer Seskoad pada 2009 ini juga memiliki Naval Postgraduate School Emblem, Parachute Monitor (French Army), Master Parachutist Badge (Singapore Army) dan Master Parachutist Badge (US Army). Termasuk Senior Airborne Parachutist Badge (ROK Army).
Djon Afriandi mengawali karier militernya di Korps Baret Merah Kopassus. Dia pernah menjadi Danton 3/2 Yon 13 Grup 1 Kopassus pada 1997, kemudian Danton 2/2 Yon 13 Grup 1 Kopassus pada 1997, serta Danton 2/1 Yon 11 Grup 1 Kopassus 1998, Selanjutnya, karier militernya terus meningkat, Djon kemudian dipercaya menjadi Danton 1/1 Yon 11 Grup 1 Kopassus pada 1998, selanjutnya Danki 3 Yon 11 Grup 1 Kopassus, Pasilat Ops Grup 1 Kopassus pada 2002.
Lulusan Sesko TNI ini selanjutnya diangkat menjadi Wadanyon 23 Grup 2 Kopassus pada 2007, Pabandya Ops Kopassus pada 2009, hingga Danyon 13 Grup 1/Kopassus pada 2010-2011. Kariernya semakin mentereng, Djon mendapat tugas baru pada Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Dari Istana, Djon kembali ke kesatuannya dengan mengemban amanat sebagai Danden 1 Grup A Paspampres (2011-2013) dan Wadan Grup A Paspampres. Kemudian, Djon kembali menjabat sebagai Asisten Operasi (Asops) Danjen Kopassus.
Setelah itu, Komandan Grup 1/Kopassus. Pada periode 2017-2020, Djon ditunjuk menjadi Koorspri KSAD. Sempat bertugas sebagai Danrem 012/Teuku Umar (2020-2022), Djon pecah bintang satu ketika dipromosikan menjadi Komandan Resimen Taruna (Danmentar) Akmil pada 2022. Kemudian, Djon yang merupakan alumni Lemhannas RI PPSA XXIV di tahun 2023 menduduki jabatan Staf Khusus KSAD dari 2023 hingga 2024. Pada Februari 2024, Djon diangkat menjadi Danjen Kopassus. (Red)