
Jakarta, sinarlampung.co – Ahmad Tomi Wijaya resmi ditetapkan sebagai Koordinator Pusat Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia. Ia menggantikan hasil Muktamar V yang dinilai cacat etik dan moral oleh berbagai pihak.
Penetapan dilakukan melalui muktamar sah tanpa intimidasi. Forum ini digelar secara demokratis oleh perwakilan kampus di bawah naungan Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia.
Keputusan ini merupakan respons atas dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan Muktamar V di Universitas Darunnajah Jakarta.
Dalam pernyataan sikap forum, disebutkan bahwa Muktamar V mengabaikan prinsip musyawarah, transparansi, dan akhlak keorganisasian.
“Kami menilai Muktamar V Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia di Universitas Darunnajah Jakarta tidak sah secara moral dan etika. Terjadi manipulasi data peserta, pengabaian aspirasi, serta intimidasi terhadap peserta forum,” tegas Nauval Alfarizi, Kamis (7/8/2025).
Ahmad Tomi Wijaya dikenal sebagai aktivis santri dengan rekam jejak kepemimpinan di tingkat wilayah dan nasional. Ia menyatakan siap memimpin konsolidasi nasional demi mengembalikan marwah organisasi.
“Ini bukan soal jabatan, tapi soal menjaga ruh perjuangan santri dalam bingkai kebangsaan dan keumatan. Saya akan memimpin gerakan ini dengan spirit keadaban dan semangat kolektif,” ujar Tomi.
Penetapan Ahmad Tomi disambut positif oleh ratusan kampus di bawah naungan Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia. Mereka berharap kepemimpinan baru ini mampu merestorasi tata kelola organisasi dan mengembalikan kepercayaan anggota. (*)