
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Hingga Juni 2024, capaian pendapatan asli daerah (PAD) Pemprov Lampung baru mencapai 35 persen. Hal ini terungkap setelah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung mengadakan rapat dengar pendapat dengan DPRD Provinsi Lampung belum lama. Informasi tersebut terungkap melalui keterangan Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Lampung, Hanifal pada Rabu, 7 Agustus 2024.
Ia menyebut PAD Pemprov Lampung pada tahun 2024 ini jauh di bawah target pencapaian pada tahun 2023 lalu. “Berdasarkan hasil RDP, untuk pencapaian PAD 2024 sampai Juni 2024 ini menurun dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023 lalu,” ujarnya.
Seperti diketahui, Pemprov Lampung sendiri menargetkan untuk mendapatkan PAD pada tahun ini mencapai Rp4,9 triliun. Jumlah ini juga meningkat dibandingkan tahun 2023 hanya Rp4,1 triliun.“Kami masih melihat potensi pajak yang ada. Kami yakin target ini akan tercapai untuk PAD dan retribusi tahun ini,” tambahnya.
Dia menyebut empat item objek pajak yang dikelola oleh Pemprov Lampung jika dibanding tahun 2023 semuanya mengalami penurunan, kecuali retribusi daerah.“Maka jika dibanding tahun kemarin terjadi penurunan, tapi tidak untuk retribusi. Naik besar sekali 2023 per Juni 28 persen. Di 2024 ini per Juni sudah 54 persen yang masuk,” jelasnya.
Penurunan realisasi PAD ini memang terlihat dari beberapa sektor pendapatan. Salah satunya pajak daerah per Juni 2024 baru 43 persen, sementara tahun lalu sudah 50 persen dari target.
Hanifal mengungkapkan penurunan PAD ini dipengaruhi beberapa faktor salah satunya tak ada pejabat definitif yang duduk di Bapenda.
Namun untuk tetap meningkatkan pendapatan, ia memanggil ASN di Bapenda yang ditugaskan untuk datang ke rumah-rumah wajib pajak (WP), mendatangi mall, pusat keramaian, sekolah, dan lainnya untuk mencari pajak wajib yang belum membayar pajak. “Saya juga sempat menyarankan pemutihan karena walaupun hanya 4 bulan namun bisa meningkatkan PAD kita,” tambahnya. (*)