
Bandar Lampung, sinarlampung.co-PT Grand Modern Indonesia menjadi Event organizer (EO) terburuk sepanjang pelaksanaan Pekan Raya Lampung (PRL). Bahkan Gubernur Lampung ikut kecewa karean hari pertama.pembukaan sepi pengunjung, dan lokasi yang semrawut pada PRL Tahun ter 2024.
“Ini yang terburuk, srlemrawut dan banyak masalah, muali dari lokasi hingga tiket. Ini EO yang terburuk mas,” kata pengunjung pembukaan PRL, kepada sinarlampung.co, Rabu 22 Mei 2024.
Lihat saja, katanya kondisi Pekan Raya Lampung (PRL) pada pembukaan, Rabu (22/5) malam terlihat semerawut. “Begitu masuk pintu utama, terlihat parkir kendaraan bermotor dan roda empat tidak beraturan. Begitu masuk ke lokasi depan pintu PKOR Way Halim, terlihat dua tempat pembelian tiket kanan-kiri gerbang masuk,” katanya.
“Baru ini ada pameran pemerintah daetah masuk.bayar. mana ngantri karena proses beli tiket cukup lama karena sistem online dengan mendaftar kepada petugas di loket,” tambahnya.
Dilokasi terlihat calon pembeli tiket harus antre untuk mendapat tiket seharga Rp15 ribu dengan syarat harus menyebutkan nama, tanggal lahir, alamat email dan nomor kontak whatsapp baru bisa mendapat tiket dengan bukti barkot.
“Sudah ribetnya pembelian tiket dan harga tiket yang cukup mahal dan juga parkir semerawut di depan pintu masuk PKOR sehingga terjadi penumpukan calon pembeli tiket. Mana harus pakai alamat email, gimana kalau orang yang enggk punya email, anak anak memang phnya email. Terus harganya tikenya juga mahal harusnya disubsidi dari pemerintah atau bahkan gratis,” yudi, warga way Halim.
Hal yang sama juga disampaikan oleh mahasisiwi yang protes mahalnya harga tiket dan parkir semrawut serta tidak jelas pengolaan parkirnya.
“Semrawut tempat parkirnya, ada tenda parkir, tetapi ditulis, motor sepuluh ribu dan mobil dua puluh ribu. Dalam kertas karcis bukti tiket ditulis kerusakan dan kehilangan pihak pengelola parkir tidak bertanggung jawab. Enak amat ambil.duit tanpa tanggung jawab,” kata Renti Adinda.
Disisi lain, Aleks Pratam masyarakat kota Bаndаrlаmрung, bersama keluarga dan kerabatnya merasa kecewa menyaksikan Opening PRL 2024, sebab menurutnya opening adalah salah satu hal yang menjadi tolak ukur suksesnya sebuah event.
“Opening PRL 2024 yang bertema “Harmoni dalam Kolaborasi untuk Lampung Berjaya” yang dikelola pihak PT. Grand Modern Indonesia ini gak sesuai dengan tema itu, gak meriah, masak si di hari pertama sudah sepi pengunjungnya,” ungkapnya.
Terpisah Isti bersama pasangannya mengatakan bahwa masuk PRL Tahun 2024 harus membeli tiket dengan harga lebih mahal dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Harga tiketnya bervariasi mas, tapi tahun lalu saya beli tiket lima belas ribu, sekarang dua puluh ribu, kalau ada konser lima puluh ribu, bahkan mungkin bisa lebih itu,” katanya.
Abaikan Harapan Gubernur
PRL yang biasa di laksanakan Bulan Agustus tiap tahun itu dimajukan Bulan Mei Tahun 2024, digelar selama 20 Hari itu kini tidak mеrіаh, EO srpertinya tidak siap dan hanya fokus pada tiket. Dan mengabaikan harapan Gubernur Lampung.
Saat membuka acara tersebut Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan bahwa event terbesar di Provinsi Lampung yang dilaksanakan setiap tahunnya jangan sampai pelaksanaannya keluar dari tema yang dibuat.
“Saya berharap karena ini event setiap tahunnya, maka PRL ini rakyat yang akan menonton, tapi rakyat jangan sampai mengeluh, apalagi terkait dengan tiket yang harus disesuaikan dengan kemampuan masyarakat lampung,” ucap Arinal.
Ketua Pelaksana Mulyadi Irsan menyampaikan bahwa tema Pekan Raya Lampung Tahun 2024 adalah “Harmoni dalam Kolaborasi untuk Lampung Berjaya”. Sesuai dengan tema HUT Provinsi Lampung tahun ini.
“Dalam penyelenggaraan Pekan Raya Lampung Tahun 2024, Pemerintah Provinsi Lampung menggandeng mitra yaitu PT. Grand Modern Indonesia sesuai dengan SK Gubernur Lampung Nomor G/266/B.04/HK/2024 tanggal 1 Maret 2024,” kata Mulyadi.
PRL dibuka Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi di hadiri oleh sejumlah Bupati dan Wali Kota serta pejabat di lingkungan Pemprov Lampung.
Pembukanya PRL ditandai dengan pemukulan gamolan pekhing dan penyalah mercon kemudian setelah pemukulan Gamolan Pekhing, Gubernur Lampung menyumbangkan dua lagu yaitu Satu Rasa Cinta dan Aku Bukan Bang Toyib.
Pekan Raya Lampung Tahun 2024 diselenggarakan selama 20 (dua puluh) hari, mulai tanggal 22 Mei sampai dengan 10 Juni 2024 bertempat di area PKOR Way Halim, Bandar Lampung. (Red)