
Bandar Lampung, sinarlampung.co-Diduga ingin buat konten dan ingin viral, dua kelompok remaja terlibat tawuran menggunankan senjata tajam di wilayah Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung. Dua kelompok Remaja Kangkung Dalam vs Texas, terlibat tawuran di Jalan Ikan Mas (Belakang Gudang Kantor PT Bumi Waras), Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung, Sabtu 4 Mei 2024 sekira jam 02: 30 dini hari.
Akibatnya, satu remaja tewas, satu kritis akibat sabetan senjata tajam. Korban pertama Rizky Abdul Salam Alqolili (16) warga Jalan Ikan Lumba – Lumba No.39, Pesawahan, Bumi Waras, Kota Bandar Lampung. Rizky tewas dilokasi keributan dengan luka sabetan senjata tajam di bagian wajah. Satu orang lagi, Reno Surya (17), menderita luka terbuka di bagian leher belakang sempat kritis dirumah sakit.
Informasi dilokasi kejadian, menyebutkan kedua kelompok itu sudah terlibat keributan sejak Jum’at siang. Karena terus saling ejek dan saling tantang di media sosial, mereka akhirnya sepakat bertemu di Jalan Ikan Mas, arah simpang empat Pasar Gudang Lelang. Dalam keributan itu para remaja berbekal senjata tajam jenis pedang dan celurit panjang.
Kapolsek Teluk Betung Selatan Kompol Enrico Donald Sidauruk mengatakan, korban tewas dilokasi tawuran adalah pelajar kelas X SMA Satu Nusa. “Korban meninggal dunia akibat luka pada bagian wajah dan tengkuk leher akibat senjata tajam,” Kata Kapolsek.
Menurut Enrico, peristiwa tawuran bermula dua kelompok remaja ini saling ejek di media sosial yang kemudian berujung keributan. “Sekira pukul 02.30 WIB aksi keributan antara dua kelompok remaja yang menggunakan nama kelompok Garong23pesisir vs kelompok Neverdie. Mereka bertemu di Jalan Ikan Mas (Belakang Gudang Kantor PT Bumi Waras, Kelurahan Kangkung, Kota Bandar Lampung,” katanya.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik menambahkan tim gabungan dari Polda Lampung dan Polresta Bandar Lampung saat ini masih melalui penyelidikan terhadap peristiwa ini. “Sabtu dini hari terjadi bentrok dua kelompok remaja di wilayah hukum Polsek Teluk Betung Selatan tepatnya di Jalan Ikan Mas, Kelurahan Kangkung. Dalam peristiwa tersebut ada pelajar menjadi korban penyerangan, dan meninggal dunia,” kata Umi Fadilah, Sabtu
Saat ini, kata Umi pihaknya melakukan penyelidikan. Tim Polsek Telukbetung Selatan, Polresta Bandar Lampung dengan didukung Jatanaras Polda Lampung masih bekerja mencari bukti dan keterangan tambahan guna mengungkap identitas para pelakunya. “Dari lokasi diamankan sejumlah barang bukti termasuk sebilah celurit.
Jenazah Rizky telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman. “Usai peristiwa korban langsung dibawa ke rumah sakit dan sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk disemayamkan,” katanya.
14 Remaja Diperiksa 9 Lainya Dicari
Sementara pihak Polsek Telukbetung Selatan memeriksa 14 pelajar yang diduga terlibat tawuran. Rata-rata mereka berusia 15-17 tahun. Dari hasil penyelidikan, kedua kelompok berasal dari dua SMA swasta di Bandar Lampung. Sementara sembilan lainnya dalam pengejaran. Polisi telah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti (BB), di antaranya tiga bilah senjata tajam.
Umi Fadilah Astutik, mengatakan 14 orang yang diamankan petugas gabungan Polda Lampung, Polresta Bandar Lampung, dan Polsek Teluk Betung Selatan, dan masih menjalani pemeriksaan. Polisi masih menggali peran masing-masing saat pertikaian yang terjadi.
Umi menyebut status 14 orang yang diamankan itu masih sebagai saski. Usia 14 orang yang diamankan itu variatif, dewasa, remaja, dan pelajar. “Untuk statusnya, saat ini belum kita tetapkan sebagai tersangka. Di TKP petugas menemukan ceceran darah hingga sejumlah barang bukti senjata tajam.
Tawuran itu diduga dipicu cekcok mulut yang berujung pertikaian antar kelompok. Selain mengamankan 14 orang itu, petugas juga tengah memburu sembilan. Mereka juga, diduga kuat berkaitan dalam insiden merenggut nyawa dan satu korban luka itu. “Polisi masih mendalami kasus itu dan mengejar para terduga yang terlibat,” katanya. (Red)