
Lampung Utara (SL)-Korban tewas di persimpangan jalan Bangunrejo, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, adalah Bunari (40), warga Jalan Vihara, Kelurahan Sindangsari. Bonari tewas setelah terlibat perkelahian dengan dua iparnya, Ilham (40) dan Jau (27), sekitar pukul 22.30 WIB.
Baca: Bentrok bersenjata Tajam Malam Takbiran di Lampung Utara Satu Tewas Dua Kritis
Ilham dan Jau kini menjalani pemeriksaan di Sat Reskrim Polres Lampung Utara. Keduanya diserahkan keluarga ke Polres Lampung Utara untuk menyerahkan diri. Informasi di lokasi kejadian menyebutkan, Bunari dan iparnya Ilham, sama sama pulang mudik dari perantauan di Kota Bogor, Jawa Barat.
Bunari bersama istrinya tinggal juga berdekatan dengan Ilham kakak istrinya. Selama perantauan, Bunari dikabarkan kerap terlibat cekcok dengan istrinya yang bernama Ynt, bahkan Ynt kerap dipukuli oleh korban Bunari jiika mereka cekcok.
Lalu, pada tanggal 28 April 2022 Ilham dan Bonari sama melakukan perjalan mudik ke Kotabumi – Lampura. Saat dikampung halaman, Ilham bertemu dengan Bunari. Namun, saat bertemu Bonari menunjukan sikap cuek dan acuh tak acuh dengan cara buang muka terhadap saudara iparnya tersebut. Sesaat kemudian mereka saling tantang melalui chat Whatshapp. Lalu ILham datang bersama adik iparnya Jau.
Mereka bertemua di Simpang Tiga jalan KUD Marga Jaya Kelurahan Sindang Sari Kecamatan Kotabumi Selatan. Saat itulah mereka terlihat perkelahian. Ilham luka tusuk didada, dan masih dirawat dirumah sakit. Sementara melihat kakak terluka, Jau kemudian ikut menyerang Bonari, hingga tersungkur bersimbah darah, dengan luka di bagian leher dan punggung menganga hingga pinggang. Bonari meninggal dunia dalan perjalanan ke Rumah Sakit Mayjend HM Ryacudu.
Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Eko Rendi Oktama mewakili Kapolres Lampung Utara AKBP Kurniawan mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan atas kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban inisial BNR Meninggal dunia dan telah mengamankan terduga pelakunya
Kasat menjelaskan peristiwa perkelahian antar keluarga itu dipicu ketersinggungan. Peristiwa terjadi pada hari Minggu malam 1 Mei 2022 sekira pukul 21.45 wib di jalan KUD Marga jaya Kelurahan Sindang Sari Kecamatan Kotabumi Selatan. “Korban adalah kakak ipar terduga pelaku JAU. Dari keterangan awal, Korban mengirimkan pesan melalui WhatsApp yang berisi tantangan sambil mengirimkan video sebilah Sajam,” kata Kasat.
Namun, lanjut Kasat, oleh terduga pelaku JAU (adik ipar,red) pesan tantangan itu tidak terlalu dihiraukan, kemudian korban menelpon beberapa kali hingga akhirnya telepon diangkat oleh Ilham (kakak Jau,red). ”Mereka berdua pun berangkat menemui korban dengan maksud mau menyelesaikan ada permasalahan apa, tapi kejadian tak terduga, setelah bertemu, tanpa bicara korban BNR lansung menusukan Sajam ke bagian dada ILH hingga terjatuh,” katanya.
Melihat kondisi itu, terduga JAU pun merangkul ILH. Dan BNR juga menyerang terduga JAU hingga melukai lengan kirinya. Selanjutnya pelaku JAU mencabut Sajam dari pinggang dan membalaskannya kepada BNR kebagian tubuh belakang, dan hingga korban terjatuh dan meninggal dunia setelah di bawa ke RS Ryacudu.
“Kita dapat laporan kejadian, langsung bergerak ke TKP. Periksa saksi-saksi. Kemudian mendapatkan informasi tentang pelaku, kita himbau kepada keluarganya agar pelaku menyerahkan diri. Dan tak berapa lama oleh keluarga, pelaku pun diserahkan,“ kata Kasat.
Peugas mengamankan barang bukti sebilah Sajam jenis laduk berikut sarung Sajam, satu sarung Sajam jenis badik dan beberapa barang lainnya. “Saat ini keduanya telah diamankan di Mapolres Lampung Utara. Dan kami dari Kepolisian menghimbau kepada keluarga untuk tetap menahan diri, tidak usah terprovokasi karena pada akhirnya akan merugikan kita semua, kita sekarang sedang lakukan proses hukum,” katanya.
Gas Motor Maut Malam Takbiran di Pasar Bukit Kemuning
Sementara korban tewas bersimbah darah didepan Ruko Pasar Bukit Kemuning, adalah Regi Gunawan (26), warga Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Waykanan. Regi tewas dengan penuh luka senjata tajam, akibat pengeroyokan sekelompok orang di depan pertokoan Pasar Bukitkemuning, juga sekitar pukul 22.00 WIB.
Vidio aksi perkelahian dengan senjata tajam itu juga viral dimedia sosial. Vidio direkan sesorang dari ruko seberang jalan lokasi kejadian depan Bank di Pasar Bukit Kemuning. Peristiwa itu mirip aksi tawuran gang motor di malam takbiran. Akibat tawuran ini, seorang pemuda tewas bersimbah darah akibat sabetan senjata tajam. Polisi sudah memeriksa tiga orang saksi teman korban, yakni berinisial ZM (15), FR (21), dan S (15).
Informasi wartawan menyebutkan, tawuran berdarah ini bermula saat korban melintas berboncengan sepeda motor dengan seorang temannya berinisial ZM (15). Keduanya melintas di Jalan Lintas Sumatra, tepatnya di depan kantor sebuah bank di Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara.
Saat sedang melaju sepeda motor korban, tiba tiba motor terkena lemparan batu dari orang yang tidak dikenal. Korban kemudian bermaksut bertanya siapa pelakunya. Korban memberhentikan motornya dan menanyakan kepada orang yang diduga pelaku yang sedang duduk di tepi jalan.
Namun, korban justru terlibat cekcok dengan orang yang ditanya tersebut. Pemuda itu tak terima ditanya oleh korban dan saat bersamaan pelaku lainnya mengajak berkelahi. Korban dan temannya ZM berusaha menghindari pertengkaran, segera menaiki sepeda motornya bermaksut ingin pergi. Namun justru didatangi oleh para pelaku yang berjumlah sekitar tujuh orang yang langsung menyerang korban.
Pelaku langsung menendang sepeda motor korban, dan menarik korban hingga jatuh dari sepeda motornya. Saat korban berdiri, salah seorang diduga pelaku mengeluarkan sebilah pisau dan mendekati korban, hingga korban lari menghindar. Korban terjatuh dan langsung ditikam oleh dua orang pelaku secara bergantian. Masih menurut saksi, usai menikam korban salah seorang pelaku langsung melarikan diri ke arah belakang kantor bank, sedangkan pelaku lainnya pergi dengan rombongan sepeda motor.
Setelah mendapat tindakan perawatan di Puskesmas, nyawa korban tak tertolong lagi. Jenazah korban langsung diantar ambulans, dan keluarga korban menuju ke rumah duka di Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan.
Saksi lainya yang melihat jelas peristiwa tersebut mengatakan kasusnya dipicu persoalan sepele. Saat itu korban merasa ada yang melempari dirinya saat melintas di wilayah pertokoan di pasar Bukitkemuning. ”Mungkin merasa tersinggung karena dilempari dia kembali untuk mencari tau pelaku pelemparan. Sedangkan, saat itu sedang ramai karena malam takbiran,” kata Bowo.
Tiba tiba, kata Bowo, sudah banyak orang berkumpul melakukan pengeroyokan di pinggir jalan depan Bank BNI, hingga menyebabkan korban luka tusukan di bagian dada kiri dan luka di bawah ketiak kanan. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas, tapi korban meninggal dunia saat tiba di puskesmas.
Kapolsek Bukit Kemuning, Kompol Muhidin membenarkan ada peristiwa itu. Dia mengatakan pihaknya sedang menyelidiki perkara pengeroyokan tersebut. ”Kita masih mendalami perkara ini, dan periksa saksi saksi,” katanya. (Red)