
Bandar Lampung (SL)-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung mulai menelisik dugaan penyimpangan anggaran hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung sebesar Rp30 Miliar yang sudah dicairkan dari total dana hibah Rp61 miliar, yang diperuntukkan persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX 2021 pada Oktober 2021 mendatang.
Baca: Anggaran Hibah Koni Rp61 Miliar Sudah Cair Rp30 M Tanpa Laporan Jelas DPRD Kaget?
Kasi Penkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan mengatakan bahwa saat ini pihak Kejati Lampung masih dalam proses tahap penyelidikan. Sehingga pihaknya belum dapat menjelaskan secara detail duduk perkaranya. “Masih dalam tahap penyelidikan, bukan penyidikan ya. Jadi ini belum bisa terbuka. Karena ada di bidang Pidsus Kejati yang mulai melakukan penyelidikan,” kata Andrie, via ponselnya, Kamis 9 Sepetember 2021.
Menurutnya, Pidsus Kejati Lampung sedang menyusuri dugaan tindak pidananya. Terkait siapa saja yang sudah diperiksa, pihaknya juga belum bisa berbicara lebih lanjut ke publik. “Bulan berapanya dimulai penyelidikan, intinya saat ini masih penyelidikan. Kami belum bisa terbuka,” katanya.
Sebelumnya pencairan dana KONI Lampung Rp30 Miliar sempat membuat gaduh lantaran terlambat berbulan-bulan menyerahkan laporan keuangan ke Komisi V DPRD Lampung. Rincian anggaran yang sempat dipaparkan Ketua Umum KONI Lampung M Yusuf Barusman do Rapat Dengar Pendapat Komisi V 30 Juni 2021 adalah:
1. Anggaran pembinaan khusus (pembinaan atlet dan pelatih cabang olahraga pelatprov jangka panjang persiapan menghadapi kejuaraan single event/multi event nasional/PON XX dan internasional) terdiri dari transportasi/ uang saku, konsumsi, obat-obatan, training center sebesar Rp11,1 miliar.
2. Anggaran pembinaan umum (pembinaan atlet, pelatih dan wasit pengprov untuk persiapan pelaksanaan kejuaraan regional, nasional/ PON XX) diantaranya cabang olahraga prestasi, umum sebesar Rp9,3 miliar.
3. Anggaran dukungan pembinaan khusus dan umum persiapan/pelaksanaan mengikuti PON XX terdiri dari tim satgas pelatprov pembinaan jangka panjang menuju PON XX, monitoring/evaluasi atlet dan pelatih, tes fisik, psikologi, dan pemeriksa kesehatan atlet, pelaksanaan tes fisik tahap II, workshop pelatih tahap I dan II cabang olahraga (cabor) lolos PON XX, pelaksanaan talent scouting cabor, konsultan olahraga.
Kemudian, penyusunan program KONI menuju PON XX, aplikasi penunjang keolahragaan (Bidang IT), latihan bersama atlet lolos PON XX, pembinaan atlet berbakat, pencanangan pemusatan latihan, seragam pelatprov, insentif tim pengadaan barang dan jasa, insentif tim verifikasi anggaran, monev sinkronisasi perencanaan dan implementasi, program penguatan fungsi organisasi KONI, media dan humas Rp4,7 miliar.
4. Anggaran partisipasi pada PON XX (persiapan PON XX) terdiri dari koordinasi panitia kontingen dengan PB PON XX, operator sistem entry data kontingen Lampung sebesar Rp146 juta.
5. Biaya rutin sekretariat (administrasi sekretariat, pengadaan dan pemeliharaan barang inventaris kantor persiapan PON XX) diantaranya fotocopy/ pengadaan dan penjilidan, pelayanan pos dan bea materai dan kurir, rapat internal dan eksternal dengan anggota Rp3,4 miliar. (Red)