
Lampung Utara (SL)-Warga Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara mengeluhkan rusaknya ruas jalan Semuli Raya-Abung Surakarta yang semakin parah dan entah kapan akan diperbaiki. Padahal akibat kerusakan jalan itu sudah banyak memakan korban terutama pengendara motor. Sudah lapor ke Pemerintah tapi tidak ada respon.
“Jalannya rusak parah banget, sudah banyak motor yang jatuh gegara jalan yang parah. Entah kapan jalan ini akan diperbaiki. Ya, kami menunggu mukjizat, karena kami sudah laporkan kondisi jalan ini tapi belum ada respons pemerintah. Semoga jalan ini secepatnya diperbaiki,” kata April (23), warga Desa Tata Karya, Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara, Rabu 5 Mei 2021.
Keluhan senada disampaikan Agus (45), buruh kuli bangunan, yang tiap hari melintasi jalan itu. Dia menyebut kondisi jalan semakin parah bahkan bak kubangan setiap turun hujan jalan.
“Jalannya parah banget, kalau hujan jalannya sudah kayak kolam. Ini sangat bahaya bagi pengendara motor, sudah banyak yang jatoh di sini. Semoga jalan ini cepat dibagusin, karena jalan ini adalah akses utama keluar masuk warga; bekerja, sekolah dan lainnya. Mudah-mudahan Bapak Gubernur mendengar keluh kesah kami,” ujar Agus.
Sebelumnya, sekelompok pemuda dari Semuli Raya, Kecamatan Abung Semuli dan Sidomukiti, Kecamatan Abung timur, Lampung Utara juga melakukan protes dalam mengkritisi kerja pemerintah. Para pemuda itu membuat film pendek yang di unggah di YouTube Gajesquad Channel. Bahkan foto foto mereka beredar di Facebook, diunggah akun Facebook Andi Irfan Saputra.
Dari foto-foto yang beredar, terlihat ada sekelompok pemuda berada di jalan rusak seperti kubangan. Ada satu pose dimana salah satu pemuda berenang di tengah jalan rusak yang penuh diisi air. Di pose lain terlihat tiga pemuda duduk di tengah jalan dimana salah satunya ada yang sambil memancing.
Menurut Andi Irfan Saputra, foto itu diambil di jalan lintas Propau Semuli Raya. Jalan itu menghubungkan Way Abung, Tulangbawang Barat. Andi mengatakan, jalan tersebut rusak parah sejak tahun 2016 dan hingga kini tidak ada tersentuh perbaikan. Warga setempat sudah mengeluhkan kondisi jalan yang berlubang.
Mulusnya jalan ini sangat penting untuk menunjang aktivitas ekonomi warga setempat. “Sangat penting karena itu akses utama. Hasil pertanian menuju ke pabrik-pabrik melewati lintasan tersebut,” kata Andi, Sabtu 20 Februari 2021 lalu.
Menurut Andi, film pendek itu bercerita tentang calon kepala desa yang umbar janji kepada warganya. Namun saat terpilih, kepala desa tersebut tidak merealisasikan janjinya. Salah satunya adalah mengenai perbaikan jalan. “Kami bukan bermaksud mengkritisi, hanya saja kami memperlihatkan kepada para pejabat tinggi bahwa banyak sekali jalan rusak. Mungkin saja meraka sedang sibuk jadi kami membantu biar mereka tau,” jelas Andi.
Menurut Andi, yang terlibat dalam film ini adalah para pemuda di Kampung Semuli Raya yang memiliki latar belakang profesi berbeda. Ada yang pengangguran, tukang tahu, guru, dan penjual manisan. Film ini masih dalam tahap editing dan akan ditayangkan di YouTube Gajesquad Channel. (Edwardo/red)