Bandar Lampung (SL)-Sekelompok orang yang mengamuk tak mau bayar bill di New Dwipa Karaoke, Minggu malam, ternyata tamu langganan karaoke New Dwipa, Dia bermama Bos Putra, pengusaha tapioka di Lampung Timur yang kerap karaoke bersama rombongan di kenal dengam Gang Gunung Madu. Biaya bill Rp10 juta sudah dilunasi, sementara oknum yang mengamuk dan mengaku oknum Polda Lampung, sedang diburu. Kabar lain kericuhan awal dimulai dari room karaoke karena ulah pemandu lagu.
Penampakan orang yang mengaku anggota Polda :ampung.
Sementara dari rekaman CCTV yang didapat sinarlampung.co, pria yang dikenal dengan sebutan Bos Putra itu juga sempat mengamuk di meja kasir sambil membanting benda benda yang ada si meja kasir, seorang lagi berambut gondrong mengenakan celana setengah tiang sempat ingin memukul karyawan karaoke. Peristiwa itu juga disaksikan petugas scurity yang terus menenangkan mereka.
Pria berambut gondrong itu sempat melontarkan kata kata “ambil senjata senjata” kita tutup ND ini, kami anggota Polda” teriaknya pria berbadan gemuk di halaman parkir. Padahal mereka warga sipil yang terpengaruh minuman keras dan mengaku sebagai anggota Polda Lampung, sambil bergegas menuju parkir mobil dan pergi.
“Kami merayakan ulang tahun nyanyi sejak sore. TIdak ada diantara kami anggota Polisi. Kami ini langganan sudah sejak tahun 2017. Managernya kami kenal baik. Dan memang saat itu Manager dan kasir yang lama tidak ada. Tidak ada masalah bayaran, kami selesaikan,” kata Bos Putra, kepada sinarlampung.co.
Sementara Tim Paminal Polda Lampung telah menyelidiki orang orang tersebut, bahkan sempat melakukan pemeriksaan terhadap nama oknum Polisi yang namanya juga sempat muncul di sebut sebut dilokasi lejadian. Namun petugas tersebut tidak ada dilokasi kejadain. Tim Paminal Polda Lampung melakukan klarifikasi terhadapa anggota tersebut, dengan pihak managemen New Dwipa Karaoke, dan tamu yang berulah tersebut.
“Intinya hasil kerja Tim Provos dan Paminal Polda Lampung tidak ada anggota Polri Polda Lampung yang ada dilokasi ataupun mendampingi orang berkaraoke itu. Kita sudah telusuri dan klarifikasi termasuk meminta keterangan semua pihak. Untuk keterangan resminya silahkan nanti Humas Polda Lampung ya,” kata Pejabat Paminal Polda Lampung, Selasa 2 Maret 2021.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung masih melakukan pwnyelidikan dan memeriksa saksi saksi termasuk rekaman CCTV New Dwipa Karaoke. “Kita sudah lihat CCTVnya, dan tidak anggota Polda Lampung. Mereka semua sipil, dan kasusnya sedang diselidiki Krimum Polda Lampung,” kata pejabat Krimum Polda Lampung.
Managemen New Dwipa Karaoke, menyatakan hal yang sama. Menurutnya, memang sejak sore ada tamu yang buka room karaoke merayakan ulang tahun. “Sejak sore ada tamu boking room katanya rayakan ulang tahun. Malam itu ada ribut ribut, tapi tidak ada anggota polisi. CCTV kita sudah lihat, dan Tim Polda Lampung juga sudah lihat, tidak ada anggota polda Lampung, Mereka tamu biasa,” katanya.
Sebelumnya sekitar empat orang yang mengaku sebagai anggota polda Lampung mengamuk di Karaoke New Dwipa (ND), Sabtu 27 Februari 2021 sekitar pukul 20.30 Wib. Mereka menolak membayar tagihan bill mencapai Rp10 juta.
Informasi di sekitar lokasi Karaoke ND menyebutkan, awalnya sempat terjadi keributan antara tamu tersebut dengan kasir saat pembayaraan bill (tagihan) sekitar pukul 20.00 Wib. “Awalnya, kok ada rame-rame teriak-teriak. Infonya sih katanya ada tamu nggak mau bayar bill. Tamu itu teriak-teriak bilang kalau dia anggota polisi subdit 3,” katanya.
Dikatakan dia, tamu tersebut di pelataran parkir Karaoke ND juga sempat mengeluarkan kata-kata lagi bahwa dirinya adalah anggota polda Lampung. Bahkan tamu tersebut mengancam akan menutup Karaoke tersebut. “Jadi, tamu yang teriak itu sama kawannya ada 3 atau 4 orang langsung masuk ke dalam mobil, kalau nggak salah Pajero atau Fortuner warna hitam, terus langsung kabur. Sempat diteriakin security ND, tapi mereka tancap gas,” ungkapnya. (Red)