
Tanggamus (SL)-Riski Andika Pratama. Bocah malang berusia yang masih 9 tahun, putra dari pasangan Kasim dan Ida Fitriani, warga Pekon Gunung Sari, kecamatan Ulu Belu, kabupaten Tanggamus ini kehilangan masa belajarnya dan masa anak-anaknya karena kebutaan yang dialaminya.
Menurut cerita orang tuanya, penyakit ini berawal setelah Riski mengkonsumsi air dugan di campur susu dan gula merah. Setelah minum itu, badannya panas hingga 38,5 derajat dan kulit berbintik merah. Selang lima hari kemudian, kulit Riski melepuh seperti terbakar.
Orangtua lalu membawa Riski berobat ke Puskesmas Talang Padang. Atas saran tenaga medis disarankan dirujuk ke RSUD Ganjaran Kabupaten Pringsewu, dan kemidan dibawa lagi ke RSUD Abdul Moeloek.
RSUD Abdul Moeloek pun angkat tangan, dan menyarankan Riski dirawat ke RS Mata Cisendo Bandung. Namun karena keterbatasan biaya, akhirnya kedua orangtuanya membawanya pulang.
“Karena keterbatasan dana sementara kami bawa pulang mungkin ada para dermawan bisa membantu Riski,” terang Kasim.
Mendengar informasi tersebut Irsy Jaya anggota DPRD Tanggamus dari komisi II merasa iba dengan penderitaan Riski. langsung menghubungi kedua orangtuanya dan berniat untuk membantunya.
Irsy berencana akan membawa Riski ke RS mata Cisendo Bandung sesuai dengan arahan dan rujukan dari Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek Bandar Lampung.
“Hari Senin besok saya akan mengantarkan langsung Riski Andika Pratama ke RS Mata Cisendo Bandung. Saya akan membantu dan memfasilitasi pengobatannya. Nanti kita lihat apa saran dari dokter di sana apakah harus dioperasi atau dengan berobat jalan. Kita akan upaya kan demi kesembuhan anak ini,” kata Irsy jaya
“Mari sama-sama kita berdoa semoga penyakit Riski Andika Pratama bisa sembuh sehingga dia bisa belajar dan bermain seperti sedia kala.Dan saya ucapkan terima kasih kepada kawan-kawan dewan atas perhatian dan sumbangsih nya. Semoga bermanfaat untuk ananda Riski Andika Pratama,” tutup Irsy Jaya. (Wisnu)