
Tulang Bawang (SL)-Warga Menggala, keluhkan lambatnya Tim Medis Pemda Tulang Bawang yang lambat menangani sembilan orang pendatang asal Kalimantan Barat yang akan bekerja di Rawa Jitu dan masuk wilayah Menggala, pada pandemi Covid-19. Padahal Bupati Tulang Bawang H Winarti telah mengintruksikan agar Tim mengantisipasi dan memantau warga pendatang.
Para pencari kerja asal Kalimantan Barat itu sempat transit di Pos Polantas Terminal Menggala sejak pukul 18.00 WIB hingga pukul 21:30 malam, Sabtu 25 September 2020. Mereka masuk wilayah Tulang Bawang tanpa ada tes rapid covid.
“Ini kemana lambat sekali Tim Medis Kabupaten Tulang Bawang dalam merespon 9 warga Kalimantan Barat yang bekerja di Rawa Jitu. Padahal jelas Intruksi Bupati untuk mengantisipasi dan memantau bagi warga pendatang,” kata warga Menggala.
“Coba gimana jika diantara mereka aada yang bawa Covid-19,” ujar warga disekitar terminal Menggala, tak jauh dar kesembilan orang itu.
Salah satu pekerja asal Kalimantan Barat itu mengakui bahwa mereka sudah sejak sepekan lalu bekerja di salah satu perusahaan di Rawa Jitu. “Iya pak kami sudah hampir 1 minggu-an di Rawa Jitu untuk bekerja di salah satu Perusahaan(PT).” katanya tanpa menyebut nama PTnya.
Menurutnya mereka Masuk ke Tulang Bawang di bawa oleh kepala rombongannya. Mereka sudah cek kesehatan saat masuk Bandara. Tapi belum untuk di Tulang Bawang, “Kami masuk ke-Tulang Bawang ada yang membawa itu Kepala Rombongan. Dan kami semua sudah di cek kesehatan di Bandara tapi kalau di Tulang Bawang tidak kami tidak di cek,” katanya.
Para pekerja itu juga sempat mengeluh, pasalnya hingga kini mereka bekerja belum mendapatkan bayaraan. “Kami para pekerja ini belum di gajih oleh pihak Perusahaan tempat bekerja pak,” keluhnya.
Warga sekitar Terminal Menggala meminta media untuk menghubungi Tim Satgas Covid-19 Tulang Bawang. Media menghubungi Kepala BPBD ( Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kenedi yang langsung mengutus tiga petugas datang ke lokasi.
Tiga petugas dari Gugus Tugas diantaranya dua dari petugas BPBD dan satu anggota Koramil mengggala, bersama piket di Pos Lantas Menggala Brigpol Yudi P.
“Karena tim medis tak juga datang, warga akhirnya meminya ke sembilan orang itu untuk segera meninggalkan tempat dan tidak mengambil Resiko. Tulang Bawang ini sudah ada yang terpapar covid-19 , jangankan warga dari luar provinsi yang di dalam provinsi kita sendiri aja kita harus waspada,” kata Heri warga terminal Menggala.
Heri berharaap petugas Medis Tim Covid-19 siaga 24 jam di setiap Pos Jaga Covid yang sudah ada, “Untuk apa ada pos kalo tidak di fungsikan ini kan bisa untuk menekan penyebaran virus tersebut di kabupaten Tulang Bawang,” kata Heri kepada awak media. (Junai)