
Pesawaran (SL)-Pergi dari rumah Kamis 20 Agustus 2020 sore, remaja putri Dwi Ana (16), warga Desa Bumi Agung Kecamatan Tegineneng, Pesawaran, ditemukan tewas mengambang dengan tangan terikat di aliran Sungai Ledeng (aliran irigasi,red) Desa Rejo Agung, Kecamatan Tegineneng, Jumat, 21 Agustus 2020, sekira pukul 17.00 wib.
Kasus itu masih dalam penyelidikan Polres Pesawaran. Jasad korban ditemukan seorang warga yang sedang mancing yang melihat mayat mengambang. Warga kemudian melaporkan kepada Polisi, yang kemudian datang ke TKP bersama warga mengangkat korban.
Kabar penemuan mayat itu menggemparkan warga Desa Rejo Agung, puluhan ibu ibu histeris melihat jasad korban diangkat dari sungai. Kabar penemuan mayat itu kemudian sampai kepada paman korban, dan memastikan itu jadas Dwi Ana. Menurut Paman korban, remaja itu pergi dari rumah pada Kamis, 20 Agustus 2020, sekitar pukul 19.30 wib dengan membawa handphone.
Sekitar pukul 20.00 wib, keluarga mencoba menghubungi korban melalui hpnya dalam keadaan aktif namun tidak diangkat. Hingga pukul 21.30 wib, korban tidak juga kunjung pulang, keluarga korban mencari dan mencoba menghubungi teman dekatnya, namun tidak satupun yang tahu.
Keluarga korban mencoba mencari korban dengan berkeliling namun tidak ditemukan, hingga akhirnya ditemukan meninggal Jumat, 21 Agustus 2020, sekira pukul 17.00 wib. Petugas Reserse dan kriminal Polres Pesawaran masih mendalami kasus penemuan mayat gadis yang mengambang di Sungai Ledeng Desa Rejo Agung Kecamatan Tegineneng.
Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo mengatakan bahwa petugas Inafis dan medis sudah diturunkan untuk memeriksa jenazah tersebut. “Pada Jum’at 21 Agustus 2020 kemarin sekitar pukul 17.00WIB telah ditemukan mayat seorang perempuan dengan kondisi tangan terikat di Sungai Ledeng Kecamatan Tegineneng,” kata Kapolres, Sabtu 22 Agustus 2020.
Menurut Vero Aria, indentitas mayat tersebut diketahui atas nama Dwi Ana (16), Perempuan warga Dusun Sri Agung, Desa Bumi Agung, Kecamatan Tegineneng. Mayat tersebut ditemukan warga yang sedang memancing di Sungai Ledeng, lalu sampai terdengar oleh Paman korban,” katanya.
Atas kasus ini, kata Kapolres, pihaknya masih terus mengumpulkan bukti dan meminta keterangan beberapa saksi guna mendalami kasus tersebut. “Kita masih melakukan penyelidikan terkait masalah ini. Apakah murni tenggalam ataukah ada unsur pembunuhan. Mudah mudahan cepat terngkap,” katanya. (Red)