
Bandar Lampung (SL)-Sehari sebelumnya diumumkan ada sopir pembawa Hasil Bumi dari Lampung-Tangerang, Positif Covid-19, N (34) dan menjadi pasien P133, kini rekannya juga sopir warga Desa Canti, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, status ODP meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Bob Bazar, Senin 1 Juni 2020.
Warga Desa Canti Kecamatan Rajabasa yang berprofesi sebagai supir di Cilegon Banten sebelumnya, dinyatakan sebagai orang dalam pengawasan (ODP), dimana yang bersangkutan sebelumnya di Cilegon telah dilakukan rapid test dengan hasil reaktif atau positif. Dan pulang kampung di daerah pesisir Kalianda, dan sempat dijemput tim medis Dinas Kesehatan setempat untuk di isolasi di RSBB.
“Iya, saya barusan cek dari kamar jenazah. Memang sudah meninggal. Tapi untuk jelasnya silahkan konfirmasi ke pejabat RS yang berwenang, atau ke tim gugus tugas,” kata salah seorang petugas di RSUDBB.
Menurutnya, dia bukan yang berwenang untuk memberikan keterangan dengan masyarakat maupun dengan pers dan media. “Kalau tidak salah, ada penyakit bawaannya, penyakit jantung. Tapi biar jelasnya silahkan ke tim gugus tugas saja,” katanya.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Lampung Selatan Jimmy B Hutapea membenarkan informasi meninggalnya ODP tersebut. Menurut Jimmy yang juga Kadiskes Lampung Selatan ini, penanganan jenazah pasien ODP tersebut menggunakan pemulasaran sesuai dengan protokol kesehatan. “Iya pasien yang ODP meninggal dunia. Untuk pemakamannya menggunakan protokol pemulasaran Covid-19,” ujar Jimmy.
Sebelumnya Jimmy megkonfirmasi penambahan kasus Positif Covid-19 yang merupakan Laki-laki asal Kecamatan Palas. Sehingga total kasus positif di Lamsel hingga tanggal 13 Mei 2020 berjumlah 16 Kasus. Pasien ke -16 ini berinial Tn. N berumur 34 Tahun, yang merupakam seorang Supir pembawa Hasil Bumi dari Lampung ke Tangerang.
“Ya ada penambahan pasien Positif seorang laki-laki berumur 34 tahun yang berprofesi sebagai supir. Dia biasa membawa Hasil Bumi dari Lampung Ke Tangerang, yang terahir dari tangerang tanggal 21 Mei 2020. Saat ini kondisi membaik dan sedang di isolasi” Jelas Jimmy
Dinas Kesehatan Lampung Selatan, hingga tanggal 30 Mei 2020, jumlah pemeriksaan Rapid Test sebanyak 989 dengan hasil reaktif 12 orang. Hal itu dilakukan saat kontak Tracing di Kecamatan Kalianda, Candipuro, Jati Agung, Natar, Sidomulyo, Ketapang, serta petugas kesehatan. Kemudian untuk hasil Rapid Test Reaktif sudah dilakukam Swab dan tinggal menunggu Hasil. (Red)