
Lampung Selatan (SL)-Polres Lampung Selatan selidiki dugaan adanya aktivitas tambang emas di Dusun Umbul Teluk, Desa Sidomekar Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan. Kapolres Lampung Selatan AKBP Edi Purnomo telah memerintahkan Tim Tipiter Reskrim Polres Lampung Selatan menindaklanjuti kabar tersebut.
“Kita sudah dapat kabar dari kawan kawan media dan laporan masyarakat tentang dugaan aktivitas tambang tersebut, Tim Tipiter sudah turun kelokasi, dan kita akan pelajari kebenarannya. Jika melanggar tentunya akan kita lakukan tindakan sesuai prosedur hukum,” kata Edi Purnomo, Rabu 5 Februari 2020 malam.
Mantan Kapolres Mesuji ini juga membantah isu-isu yang berkembang menyebutkan ada pengepul setoran untuk Polsek dan Koramil di daerah itu. “Kita sedang telusuri sumber informasi itu. Kita sudah periksa Polsek, dan kordinasi dengan saudara kita di Koramil, ternyata itu tidak ada, dan tidak benar,” kata Edi memastikan.
Informasi Desa Sidomekar, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan menyebutkan ada aktivitas tambang yang sudah berjalan sejak enam bulan lalu dikelola pengusaha tambang bernama Hi. Nanang.
Dilangsir zonalampung.com, Hi. Nanang membenarkan jika usaha yang dikelolanya tidak memiliki dokumen perizinan, dengan luas lahan tambang sekitar satu hektar. Terdapat belasan lubang yang telah digali oleh para penambang. “Soal izin benar tidak ada, tapi kami sudah mengeluarkan dana untuk pengamanan, sebesar puluhan juta,” katanya.
Uang sekitar Rp30 juta, tidak langsung kepada aparat, tetapi melalui seorang tokoh adat di Kecamatan Katibung Lamsel, inisial PSH. “Awal hendak tambang emas dibuka, saya dimintai uang sebesar Rp30 juta, oleh ketua adat Katibung, termasuk meminta jatah bulanan,” ujar Nanang, yang mengaku berasal Kota Tasik Provinsi Jawa Barat.
Sementara tokoh adat yang disebutkan H Nanang, tegas membantah tuduhan tersebut. “Tidak benar itu, mana buktinya kalau saya terima uang dari Hi. Nanang. Saya bahkan tidak mengenali sosok pria penambang batu emas di Desa Sidomekar itu,” tegasnya.
Psh mengaku dia baru tahu ada pengusaha penambang batu emas bernama Hi. Nanang, setelah muncul pemberitaan. “Saya bersumpah demi Alloh SWT, kenal saja tidak apalagi telah mengkoordinir menerima uang untuk dibagi-bagikan kepada Polsek dan Koramil, dan saya bersedia jika harus dipertemukan kepada Nanang untuk diklarifikasi,” katanya. (zn/red)