
Lampung Timur (SL)-Anggota Polres Lampung Timur, Bripka Rezi Ardiansyah, wafat saat menjalani tes tes jasmani dalam sesi lari seleksi pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP), di Lapangan Stadion Pahoman Bandar Lampung, Selasa 4 Februari 2020.

Informasi di Lapangan Pahoman menyebutkan, Bripka Rezi Ardiansyah sudah terlihat pucat saat mengikuti tes kesamaptaan (jasmani). Ia jatuh pingsan ketika sesi tes lari keliling lapangan bola Pahoman. Petugas sempat membawanya ke Rumah Sakit Bumi Waras. Namun, nyawanya tak tertolong. “Di rumah sakit, Bripka Rezi Ardiansyah meninggal,” kata Kapolres Lampung Timur AKBP Wawan Setiawan kepada wartawan, Selasa (4/2).
Kapolres Lampung Timur AKBP Wawan Setiawan, membenarkan bahwa Bripka Rezi Ardiansyah merupakan anggota Polri yang bertugas di bawah wilayah hukum Mapolres Lampung Timur. Rezi merupakan anggota Mapolsek Bandar Sribhawono, Lampung Timur.
Saat mengikuti tes untuk proses menjadi Perwira, Bripka Rezi Ardiansyah diketahui tiba-tiba terjatuh dan pingsan. Panitia sempat memberi pertolongan pertama dengan dengan memberikan oksigen, lalu dilarikan ke Rumah Sakit Bumi Waras, dan langsung ditangani oleh tim dokter. “Selama 20 menit dilakukan upaya perawatan, takdir berkehendak lain nyawa Bripka Rezi tidak tertolong,” kata Kapolres Lampung Timur AKBP Wawan Setiawan.
Kapolres mengatakan jenazah menurut keterangan keluarga akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Bandar Sribhawono. Bripka Rezi Ardiansyah mengikuti tes kesamaptaan untuk meningkatkan jenjang karirnya tingkat perwira di Sekolah Inspektur Polisi. Pada sesi tes lari, semua peserta dharapkan berlari lebih dari empat putaran.
Rezi berhasil berlari tiga putaran di lapangan sepak bola Pahoman, Komplek PKOR Way Halim, Bandar Lampung. Namun belum selesai, Rezi terjatuh dan pingsang. Petugas langsung membawa Rezi ke rumah sakit. Setelah diberikan pertolongan oksigen di rumah sakit Bumi Waras sekira 20 menit, nyawa bintara berpangkat Bripka tersebut tidak tertolong lagi.
Meninggalnya Bripka Rezi Ardiansyah, menambah jumlah anggota Polres Lampung Timur yang meninggal. Sehari sebelumnya, Brigpol Ahmad Jamhari juga meninggal, setelah dikeroyok sejumlah orang tak dikenal diduga mabuk di tempat hiburan pesta warga, Senin (3/2).
Ahmad Jamhari dikeroyok sekelompok pemuda diduga sedang mabuk saat pulang dari tempat hajatan warga di jalan lintas pantai timur, Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah. Korban mendatangi tempah hajatan yang menggelar hiburan pada dini hari demi keamanan.
Namun, sejumlah warga merasa tersinggung dengan kedatangan anggota polisi tersebut di tempat hajatan. Saat mau meninggalkan lokasi hajatan, ia dikeroyok dan dilempar batu mengenai kepala korban. Polisi tersebut terjatuh bersimbah darah dan tidak tertolong lagi di lokasi. (red/ *)