
Jakarta (SL)-Tukang kayu merantau ke Jakarta, Cikdin Basri (40), Warga RT.01/02 Kelurahan Gedung Meneng Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang, ditemukan tewas dengan kondisi mayat terbungkus kain bekas spanduk, di pinggir trotoar bantaran Kali Ciliwung bawah JPO Kartini III, Jalan Gunung Sahari Raya Rt. 02/05, Kelurahan Kartini, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin 30 Desember 2019 pkl 08.15 WIB.

Mayat dengan ciri ciri badan kurus, kulit sawo matang, tinggi -+ 165 cm, rambut hitam, mengenakan celana panjang jeans warna biru, kaos coklat dengan jaket model blazer warna coklat motif kotak kotak, itu ditemukan dengan posisi telungkup dengan mulut terlihat bercak darah.
Korban ditemukan oleh petugas PPSU, Idup Darmawan (54), warg Jalan Karini IX dalam, Rt. 09/03, Sawah Besar, yang melintas dan curiga dengan buungkusan karung besar di tepi trotoar itu. Petugas Inafis Polres Jakarta Pusat datang ke lokasi, dan menemukan identitas atas nama Cikdin Basri, lahir di Gedung Meneng 10 Desember 1980, agama Islam, pekerjaan : wiraswasta.
Kapolsek Denteteladas AKP Rohmadi melalui Kanit Reskrim Aipda Faisol membenarkan jika jasad laki-laki berusia 39 tahun itu merupakan warga Kecamatan Gedungmeneng. “Iya benar, kita sudah kasih tau pihak keluarga. Dan pihak keluarga sudah mulai berangkat ke Jakarta untuk menjemput jenazahnya,” ungkapnya kepada radarlampung.co.id, Senin (30/12) malam.
Namun, Faisol belum dapat memastikan penyebab kematian pria yang diketahui bernama Cikdin Basri (39) tersebut. “Kalau untuk penyebabnya kami belum mendapatkan informasi dari Jakarta,” jelasnya.
Terpisah, salah seorang kerabat korban Feri mengungkapkan jika saat ini pihak keluarga dari Kampung Gedungmeneng telah berangkat menuju Jakarta untuk menjemput jenazah korban. “Keluarga dari Gedungmeneng sudah berangkat ke Jakarta untuk menjemput jenazahnya,” kata Feri yang merupakan warga Menggala itu.
Sepengetahuannya, korban sejak sebulan lalu pergi meninggalkan kampung halaman merantau ke Ibukota untuk bekerja. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara persis pekerjaannya selama di perantauan. “Merantau sudah ada sekitar satu bulanan. Keluarga juga belum tau dia ke Jakarta kerja apa dan tinggal dimana. Dia sendiri yang berangkat, anak istrinya di kampung. Waktu di kampung dia kerja sebagai tukang kayu,” tandasnya. (Red)