
Lampung Selatan, sinarlampung.co – Ratusan eks pekerja PT Ciomas Japfa Food di Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, berencana menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (22/6/2026). Aksi tersebut dipicu ketidakjelasan nasib 219 pekerja yang tidak lagi bekerja setelah kontrak vendor berakhir.
Para eks pekerja mengaku kecewa karena hingga kini belum mendapat kepastian terkait kelanjutan pekerjaan mereka. Di sisi lain, aktivitas produksi perusahaan disebut tetap berjalan normal dan bahkan membuka lowongan tenaga kerja harian lepas.
Salah seorang mantan pekerja mengaku merasa ditinggalkan setelah bertahun-tahun bekerja di perusahaan tersebut.
“Kami kecewa ngabdi di situ. Pas kontrak vendor selesai, kami langsung dicoret tanpa kejelasan. Sekarang malah buka lowongan harian lepas kami khawatir hanya iming-iming karena terdesak, kami yang sudah hafal seluk-beluk pabrik kenapa di tinggalkan,” kata eks pekerja itu, Sabtu (20/6/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas produksi di pabrik disebut tetap berjalan normal dengan distribusi hasil produksi yang terus berlangsung. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari para mantan pekerja terkait kebutuhan tenaga kerja di perusahaan.
Selain itu, perusahaan juga disebut membuka lowongan tenaga kerja harian lepas. Para eks pekerja berharap kesempatan kerja tersebut dapat lebih dahulu diberikan kepada pekerja lama yang sebelumnya telah memiliki pengalaman bekerja di perusahaan.
Mereka juga menduga terdapat perekrutan tenaga kerja dari luar wilayah, sehingga memicu keresahan di kalangan warga sekitar yang selama ini menggantungkan penghidupan pada keberadaan perusahaan tersebut.
Koordinator perwakilan pekerja, Amirudin, mengatakan lebih dari 200 massa yang tergabung dalam Gabungan Pekerja, Mahasiswa dan Masyarakat (GPMM) akan mendatangi PT Ciomas Japfa Food untuk menyampaikan aspirasi mereka.
“Tuntutannya satu: DIPRIORITASKAN! Jangan perusahaan cuma ngasih polusi, limbah ke Sidomulyo, tapi nggak ngasih nasi ke perut warga sini. Kami siap kerja sistem apa aja borongan, harian, kontrak. Asal pekerja di prioritaskan,” tegas Amirudin.
Dukungan terhadap tuntutan para pekerja juga disampaikan Ketua Umum GALI, Heru Herwanto.
“Kami mengawal aspirasi dan nasib para pekerja yang sebelumnya disampaikan. Tanpa ada kejelasan setelah berakhirnya kontrak vendor dan kami berharap agar para pekerja sebelumnya dapat di pekerjakan kembali tanpa tebang pilih. Ketika mendesak jangan juga menjadi harapan palsu,” ujar Heru Herwanto.
Dalam aksi yang direncanakan berlangsung besok, para pekerja meminta perusahaan memberikan penjelasan terkait tidak dilibatkannya kembali 219 pekerja yang sebelumnya telah memiliki pengalaman kerja di lingkungan perusahaan.
Massa aksi juga mempertanyakan alasan perusahaan membuka kebutuhan tenaga kerja baru di tengah belum adanya kepastian bagi pekerja lama. Selain itu, mereka meminta perusahaan memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal yang berasal dari wilayah sekitar operasional perusahaan.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak manajemen PT Ciomas Japfa Food belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan para eks pekerja maupun rencana aksi yang akan digelar pada Senin (22/6/2026). (Waluyo)