
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tingkat SMA Tahun 2026 berjalan lancar dan kondusif. Menindaklanjuti hasil seleksi tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung kini tengah menyiapkan program inovasi berupa “SMA Terbuka” guna menekan angka anak putus sekolah yang saat ini diestimasikan mencapai 20 ribu anak.
Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H., menjelaskan bahwa tingginya antusiasme masyarakat pada SPMB tahun ini memicu pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan secara merata dan tanpa biaya.
“Kami tidak ingin ada anak Lampung yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan. Karena itu, pemerintah menyiapkan alternatif layanan pendidikan, termasuk SMA Terbuka yang dapat diakses secara gratis oleh anak-anak putus sekolah agar bisa kembali melanjutkan pendidikan mereka,” ujar Thomas Amirico, Kamis (18/6/2026).
34 Ribu Pendaftar Berebut 12 Ribu Kuota Jalur Unggulan
Thomas mengungkapkan, proses seleksi jalur SMA unggulan tahun ini mencatat persaingan yang cukup ketat. Dari total sekitar 34 ribu pendaftar yang masuk, kuota daya tampung yang tersedia hanya untuk 12 ribu peserta didik.
Berbeda dengan metode terdahulu yang bertumpu pada jarak (zonasi) atau nilai rapor semata, SPMB SMA Unggulan 2026 menggunakan sistem akuntabel berbasis teknologi.
Instrumen Utama: Computer Assisted Test (CAT).
Penentu Kelulusan: Nilai akademik murni dan hasil ujian CAT siswa.
Tujuan Sistem: Mendorong budaya belajar kompetitif yang objektif dan transparan sejak dini di tingkat SMP.
Sementara itu, untuk pendaftaran jalur reguler yang telah dibuka sejak 15 Juni 2026, dijadwalkan menutup fasilitasi pendaftarannya pada Jumat, 19 Juni 2026.
Strategi Perluasan Akses dan Mekanisme Belajar
Guna menampung sisa lulusan yang belum terserap serta merangkul kembali anak putus sekolah, Pemprov Lampung tidak hanya mengandalkan SMA Terbuka. Disdikbud menjabarkan lima langkah strategis ke depan, meliputi:
Penambahan Ruang Kelas Baru (RKB).
Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB).
Pengembangan sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).
Penguatan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Kejar Paket C.
Pembukaan klaster SMA Terbuka di kabupaten/kota.
Mengenai teknis pelaksanaan, Thomas mengatakan program SMA Terbuka ini nantinya akan diintegrasikan di sekolah-sekolah reguler yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung.
“Untuk teknis pendaftaran resmi, penempatan sekolah induk, dan mekanisme pembelajaran mandirinya akan kami sampaikan secara detail dalam waktu dekat,” pungkasnya. (Red)